Mengintip Keseruan Berbagi ala Kasih Kosmos

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:18 WIB

Setahun lebih pandemi bergulir di sisi lain banyak melahirkan aksi baik dalam format yang menarik dan enggak monoton. Salah satunya yang dilakukan oleh Kasih Kosmos.

Berawal lima sekawan yang rutin menggelar doa bersama, lahir inisatif keren dari Kasih Kosmos. Aksi baik non profit ini rutin berbagi dengan warga terdampak pandemi di wilayah Jakarta. 

Berdiri di awal masa pandemi, wadah berbagi non profit yang dijalankan lima orang dengan latar belakang profesi beragam ini setidaknya punya enam tema saat menjalankan aksi baiknya. Tema-tema itu disebut dengan istilah volume, dengan judul ‘Berbagi Kasih’. Sampai berita ini ditulis, sudah ada enam volume untuk ‘Berbagi Kasih’ itu sendiri.

Pembagian aksi ini menjadi volume ke volume disebut sebagai upaya agar pendistribusian donasinya menjadi lebih fokus dan optimal. Setelah selesai di satu volume, mereka akan membagikan secara rinci terkait donasi yang sudah dibagikan. 

“Kasih kosmos ini awalnya dari kebiasaan kita ngumpul secara online (di awal masa pandemi) lalu bikin doa bersama dari lintas agama. Kemudian kita berpikir, kalau hanya doa bareng sih, ya bagus ya, tetapi habis itu apa? Kita kepengin ada aksi nyata yang bisa dirasain sama masyarakat juga,” ujar perwakilan Kasih Kosmos yang enggan dipublikasikan namanya.

Titik donasi pertama mereka dimulai pada September 2020. Waktu itu, mereka membagikan nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan di daerah Pondok Pinang. Dalam unggahan fotonya di Instagram, kawasan Pondok Pinang ini dekat dengan rumah salah satu anggota Kasih Kosmos.

-

Pada volume kedua, mereka bahkan mampu menggalang dana hingga Rp9.225.000 dari donator. Jumlah uang tersebut kemudian disalurkan untuk membeli aneka kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, alat kebutuhan rumah tangga, hingga donasi untuk penjaga panti asuhan.

Dari volume ke volume, mereka punya tema sendiri saat berdonasi. Misalnya pada 'Berbagi Kasih Volume 4'. Saat itu, mereka menangkap isu terkini seputar sekolah daring, yang mana tidak semua anak punya kesempatan yang sama untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Halaman:

Editor: Avitia Nurmatari

Tags

Terkini

X