• Sabtu, 26 November 2022

Begini Cara Disdik Jabar Tangani Penahanan Ijazah di Sekolah

- Kamis, 29 April 2021 | 09:20 WIB

TemanBaik, praktik menahan ijazah bukan hal asing. Faktanya, hal semacam ini masih saja terjadi di beberapa sekolah. Namun, siswa tingkat SMA di Jawa Barta, terutama yang ijazahnya ditahan, bakal bisa bernapas lega. Enggak akan ada lagi deh ijazah yang terpaksa 'menginap' alias ditahan pihak sekolah.

Itu karena bakal ada program 'Pekan Pengambilan Ijazah' yang digulirkan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Program ini berlaku untuk sekolah tingkat SMA yang jadi kewenangan Disdik Jawa Barat.

Lewat program ini, siswa yang ijazahnya 'ditahan' pihak sekolah akan mendapatkan haknya. Sebab, ijazah merupakan hak yang harus diterima siswa. Sehingga, mereka bisa menggunakan ijazah tersebut untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari kerja.

"Di Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei nanti, kita kita akan meluncurkan 'Pekan Pengambilan Ijazah'. Bagi siswa dan orang tua yang merasa ijazahnya masih berada di sekolah, silakan diambil sendiri oleh orangtua atau siswa," ujar Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Hal Penting yang Bisa Dilakukan Penyintas COVID-19

Saat ini, program 'Pekan Pengambilan Ijazah' tersebut sedang dimatangkan. Harapannya agar ketika program itu diluncurkan, semua bisa berjalan lancar. Sehingga, nantinya tak ada lagi siswa tingkat SMA yang sudah lulus sekolah tapi tak memegang sendiri ijazahnya.

"Kan mungkin ada yang mau melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya atau kebutuhan untuk melamar kerja. Jadi, program ini kesempatan bagi para siswa untuk mengambil ijazahnya yang masih ada di sekolah," jelasnya.

Dedi mengatakan, hingga kini pihaknya masih mendapatkan laporan adanya ijazah yang ditahan pihak sekolah, terutama karena masalah administrasi. Padahal, kondisi seperti itu harusnya tak terjadi, sekolah tak boleh menahan ijazah.

Kalaupun ada permasalahan yang harus diselesaikan, ia meminta semuanya dituntaskan dengan baik. Sebab, menahan ijazah siswa tidak diperkenankan, baik oleh sekolah negeri maupun swasta.

"Kalau di negeri itu kan tidak ada pembayaran SPP dan memang tidak boleh sama sekali menahan ijazah. Nah, di swasta juga sama (tidak boleh menahan ijazah) meski itu dikelola misalnya oleh yayasan. (Jika ada permasalahan) pihak sekolah nanti berkomunikasi dan berurusan dengan orangtua, jangan menahan ijazah karena itu hak siswa," tutur Dedi.

Selain 'Pekan Pengambilan Ijazah', Disdik Jawa Barat saat ini juga sedang mematangkan sistem yang masih berkaitan dengan ijazah. Nantinya, orang tua siswa bisa melaporkan jika ijazah anaknya ditahan pihak sekolah.

Lewat sistem itu, laporan akan ditampung. Selanjutnya, laporan yang ada akan ditindaklanjuti Disdik Jawa Barat. Sehingga, praktik menahan ijazah tak akan terjadi lagi. Rencananya, sistem ini juga akan diluncurkan bersamaan dengan 'Pekan Pengambilan Ijazah'.

"Kita masih menggodok sistem tersebut agar bisa digunakan orangtua siswa untuk melaporkan atau memberikan informasi terkait adanya ijazah yang ditahan pihak sekolah. Sistem ini nanti akan di-launching bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional," pungkas Dedi.

Foto: dok. Disdik Jawa Barat/Fauzan Kesuma

Editor: Irfan Nasution

Tags

Terkini

X