• Rabu, 7 Desember 2022

Ini Beberapa Hal yang Harus Kamu Tentang Vaksin AstraZeneca

- Selasa, 23 Maret 2021 | 10:30 WIB





TemanBaik, program vaksinasi COVID-19 terus bergulir di Indonesia. Setelah menggunakan vaksin buatan Sinovac, Indonesia mulai menggunakan vaksin buatan AstraZeneca.

Namun, kehadiran vaksin ini sempat menuai kekhawatiran di masyarakat. Sebab, di sejumlah negara dikabarkan penggunaan vaksin ini mengakibatkan penggumpalan darah. Vaksin itu juga sempat disebut-sebut mengandung unsur dari babi.

Pemerintah pun memutuskan melanjutkan program vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca. Terhitung Senin (22/3/2021), vaksin ini mulai digunakan di enam provinsi, yaitu di DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Utara.

Presiden Joko Widodo bahkan meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal menggunakan vaksin AstraZeneca di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sasaran kegiatan vaksinasi ini warga lanjut usia (lansia), petugas dan pekerja publik, ulama, serta tokoh lintas agama.

Lalu, apa saja sih alasan yang membuat kamu enggak perlu ragu lagi divaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca ini? Simak ulasannya, yuk!

1. Sudah Dijamin BPOM
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan Emergency use Authorization (EuA) alias Izin Penggunaan Darurat vaksin AstraZeneca. Berbagai kajian dan data ilmiah sudah diperhitungkan BPOM dan berbagai pihak terkait dengan sangat matang. Jadi, dari kualitas, keamanan, efektivitas, hingga efikasi, vaksin AstraZeneca enggak perlu diragukan.

Soal kejadian pembekuan darah di berbagai negara, hal itu juga telah dibahas pada forum pertemuan khusus, baik di WHO maupun badan otoritas regulatori obat di Eropa, yaitu European Medicines Agency(EMA).

Hasilnya menunjukkan bahwa tromboemboli atau pembekuan darah merupakan kejadian medis yang sering dijumpai dan  merupakan penyakit kardiovaskuler nomor tiga terbanyak berdasarkan data global. Namun, tidak ditemukan bukti peningkatan kasus ini setelah penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Baca Ini Juga Yuk: Keren! M Bloc Space Fase Kedua Kini Telah Hadir

Melalui laman resmi Kementerian Kesehatan, Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., meyakini vaksin ini sudah melalui transformasi yang menyeluruh, berulang kali dimurnikan pada setiap titik proses pembuatannya yang membuat produk akhirnya bersih dan baik untuk digunakan umat manusia dimanapun di dunia, termasuk umat Muslim dari Indonesia.

Ia menegaskan, jangan ada lagi keraguan dari masyarakat untuk vaksinasi COVID-19. Apalagi, vaksin AstraZeneca ini juga telah disetujui di lebih dari 70 negara di seluruh dunia, termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah menyatakan sikap bahwa vaksin ini diperbolehkan untuk digunakan.

Artinya, produk ini sudah pasti dijamin keamanannya untuk digunakan kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat lanjut usia yang berusia 60 tahun ke atas. ''Jadi, tidak ada alasan masyarakat untuk ragu-ragu mengikuti program vaksinasi,'' tegasnya.

2. Tak Mengandung Babi
Soal isu yang menyebut vaksin AstraZeneca memiliki kandungan babi dalam proses pembuatannya, hal itu ternyata enggak benar loh, TemanBaik. Pihak AstraZeneca sendiri sudah mengeluarkan pernyataan sekaligus bantahan.

"Semua tahapan proses produksi vaksin ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya," demikian pernyataan resmi AstraZeneca.

Kalaupun mengandung babi dalam proses pembuatannya, Komisi Fatwa MUI sudah mengeluarkan fatwa umat muslim boleh menggunakannya. Dalam fatwanya, ada berbagai pertimbangan kenapa vaksin itu dibolehkan digunakan walaupun mengandung unsur babi.

Di antaranya adalah kondisi darurat di tengah wabah, mendesaknya penggunaan vaksin untuk membentuk kekebalan kelompok, hingga ketersediaan vaksin yang terbatas alias tak bisa memilih mengingat banyak negara sama-sama 'memburu' vaksin COVID-19.

3. Didukung Kiai
Khusus bagi umat muslim, soal kehalalan dan dibolehkannya vaksin AstraZeneca ini dipakai semakin dikuatkan oleh para kiai. Presiden Jokowi sempat berbincang dengan para kiai dan ulama dari MUI Jawa Timur sebelum vaksinasi di Pendopo Kabupaten Jombang dilakukan.

"Saya juga bertemu dengan para kiai sepuh dan kiai dari MUI Jawa Timur yang menyampaikan bahwa vaksin AstraZeneca bisa digunakan, halal, dan tayyib," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam keterangan resminya.

Masih belum cukup untuk meyakinkanmu? Ketua MUI Jawa Timur KH. Hasan Mutawakkil bahkan jadi orang pertama di Jawa Timur yang divaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca. Ia pun mengajak publik untuk tak ragu menggunakan vaksin tersebut jika sudah mendapat kesempatan divaksinasi.

Di tengah pandemi, vaksinasi menurutnya jadi hal wajib yang perlu dilakukan. Hal itu sebagai bentuk ikhtiar untuk sama-sama memutus mata rantai COVID-19.

"Saya divaksin AstraZeneca. Ayo, seluruh umat Islam jangan ragu-ragu. Vaksinasi hukumnya wajib," kata Hasan.

TemanBaik, jangan ragu lagi ya dengan vaksin AstraZeneca. Yuk! Sama-sama kita berusaha mengakhiri pandemi COVID-19 dengan berbagai cara, salah satunya mau mengikuti vaksinasi.

Foto: Dok. Biro Setpres RI

Editor: Irfan Nasution

Tags

Terkini

X