• Sabtu, 13 Agustus 2022

Cara KAI Edukasi Soal Pentingnya Jaga Keselamatan di Perlintasan

- Selasa, 17 September 2019 | 16:30 WIB

PT. Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung, menggelar sosialisasi peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang pada Selasa (17/9/2019) di Stasiun Kiaracondong. Pada momentum Hari Perhubungan Nasional ini, KAI juga enggak bosan untuk mengajak masyarakat semakin sadar akan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas di perlintasan sebidang.

TemanBaik juga harus tahu nih, kalau sosialisasi ini sudah menjadi tugas bersama loh. Sebagai bentuk tanggungjawab, KAI juga melibatkan banyak pihak nih, di antaranya jajaran kepolisian, Jasa Raharja dan sejumlah komunitas pecinta kereta api.

"Sesuai dengan hasil Forum Group Discussion yang digelar di Jakarta 6 September lalu, tentang Perlintasan Sebidang Tanggungjawab siapa, hari ini kami melaksanakan sosialisasi keselamatan di sekitar perlintasan sebidang. Di Daop 2 Bandung ada lokasi yang digelar antara lain Cimahi, Laswi dan Kiaracondong yang dinilai paling rawan," ujar EVP KAI Daop 2 Bandung, Freddy Firmansyah, Selasa (17/9/2019) di Kiaracondong.

Freddy bercerita, kalau setiap kasus kecelakaan yang terjadi di sekitar perlintasan sebidang biasanya akibat dari perilaku kurang disiplin dari pejalan kaki dan para pengendara. Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009, disebutkan bahwa saat sirine perlintasan berbunyi, para pengguna jalan raya wajib berhenti sampai tanda selesai.

Baca Ini Juga Yuk: Penumpang Kereta Api Boleh Bawa Sepeda Loh, Ini Syaratnya

"Selama ini perlintasan KA dan palang pintu sudah disesuaikan dengan standar aturan. Jadi upaya untuk menekan angka kecelakaan, ya kami enggak akan berhenti melakukan sosialisasi dan menyadarkan bahwa kita harus menjaga keselamatan Perjalanan KA dan juga semua pejalan kaki," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Kiaracondong, Kompol Asep Saepudin menambahkan, selain sosialisasi langsung, kepolisian setempat juga sudah memasang baliho yang isinya imbauan untuk mematuhi rambu di perlintasan.

"Hal yang harus dibangun dari masyarakat, ya menyadarkan dan menguatkan mentalitas kalau mereka harus taat aturan. Untuk menekan angka kecelakaan, siapa pun yang menggelar akan ditilang dan dendanya cukup besar loh Rp 500 ribu," pungkasnya.

Asep mengungkapkan, rata-rata dari kasus yang terjadi sih karena pengguna jalan yang terburu-buru pengin sampai ke tujuan lebih cepat. "Jadi kalau pengin selamat, baiknya para pengguna jangan terburu-buru. Bangun mental dan kesadaran bahwa keselamatan jadi prioritas utama," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Nita Hidayati

Tags

Terkini

X