• Kamis, 6 Oktober 2022

Kenalan dengan Syahla, Atlet Senam Peraih Medali Emas di Bangkok

- Minggu, 7 April 2019 | 09:45 WIB





Prestasi membanggakan diraih 10 atlet senam putri dan satu atlet senam putra dari Pakuan Gymnastic Club (PGC) Bandung. Tim yang beranggotakan tujuh siswi SD dan SMP ini mendulang sebanyak 31 medali di ajang The Bangkok Gymnastics (Moose Games) Invitational Meet yang digelar 30-31 Maret 2019 lalu di Bangkok, Thailand. 

Salah seorang dari atlet itu adalah Syahla Badilah Putri (12), siswi kelas 7 SMP BPI 1 Bandung. Ia merupakan sulung dari tiga bersaudara anak pasangan Irwan Irawan dan Eva Suzana. Prestasi yang diraih jelas tidak instan loh, TemanBaik. Ia harus berjuang keras dan tekun berlatih sejak SD. "Saya mulai belajar senam dari kelas 6 SD semester satu sampai sekarang," ujar Syahla kepada BeritaBaik. 

Ketertarikan Syahla pada dunia senam berawal dari menonton tayangan di Youtube. Ia lalu belajar otodidak dan mampu menguasai beberapa gerakan senam. Syahla kemudian mengutarakan keinginannya untuk belajar senam pada orang tuanya. Dukungan pun diberikan. Syahla lalu dimasukkan ke klub senam sekitar tahun 2017. 

Tidak sia-sia, bakat Syahla ternyata cukup besar. Ia terpilih menjadi salah seorang atlet senam untuk bertanding di Bangkok. Bersama rekan-rekannya, Syahla berhasil menyumbang 23 medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu. "Medalinya saya persembahkan buat ibu sama bapak yang selama ini suka nganterin, sering kasih support," tutur Syahla. 

Irwan, sang ayah, kemudian menceritakan awal mula anaknya ingin belajar senam. Awalnya, ia tidak habis pikir sang anak ingin belajar senam. Apalagi, ketertarikan Syahla pada senam diawali dari nonton tayangan di Youtube. "Waktu itu enggak kepikiran hasilnya akan seperti sekarang. Karena dia juga keinginannya hanya karena melihat di Youtube," papar Irwan. 


Tapi, saat sang anak mengutarakan niatnya, Irwan dan istrinya sepakat memberi dukungan dan memasilitasinya ikut klub senam. Bukan sekedar ikut-ikutan, ternyata Syahla benar-benar giat berlatih. "Alhamdulillah berkat pembinaan dan pelatihan anak saya bisa berhasil dan jadi kebanggaan saya sebagai orang tua," jelasnya. 

Ia pun berpesan kepada para orangtua untuk tidak menganggap remeh keinginan anaknya. Sebab, bisa jadi keinginan itu merupakan bakat terpendam yang kelak akan berbuah prestasi. "Pesan saya buat para orang tua, memang kita kadang suka menyepelekan keinginan anak. Tapi jangan sampai kita lupa, keinginan itu (selama positif) harus didukung," ucap Irwan. 

Eva, sang ibu, turut mengungkap rasa bangganya. Kerja keras, rasa lelah, serta berbagai kendala yang dihadapi akhirnya berbuah manis. Ia pun tahu betul bagaimana tekunnya Syahla menempa diri menjadi atlet karena ia setiap hari selalu mengantarnya. "Banyak cerita perjalanannya, dari mulai nganter sekolah, pulang sekolah juga langsung ke tempat latihan. Latihannya sampai sore, kadang malam baru pulang ke rumah," ungkap Eva. 

Ia pun berharap karir Syahla sebagai atlet senam semakin terang. Sebab, sang anak sudah meraih cukup banyak prestasi di berbagai kejuaraan senam di Indonesia. Harapan besarnya, Eva dan sang suami ingin melihat Syahla tampil di ajang Olimpiade. "Semoga ke depannya anak saya bisa lebih berprestasi lagi, bisa mengikuti event-event lain baik di dalam maupun luar negeri dan bisa jadi juara," pungkas Eva.


Foto: Oris Riswan

Editor: Mentari Nurmalia

Tags

Terkini

X