• Rabu, 7 Desember 2022

Educa Studio dari Salatiga Kembangkan Game Edukasi Tanah Air

- Selasa, 17 Mei 2022 | 10:39 WIB
 (dok. Kemenparekraf.go.id)
(dok. Kemenparekraf.go.id)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah mengunjungi Educa Studio di Kota Salatiga. Educa Studio merupakan perusahaan startup yang mengkhususkan diri dalam perangkat lunak dan pengembangan game yang mendukung pendidikan untuk anak-anak. 

Produk unggulan dari Educa Studio adalah Marbel (aplikasi dan game edukasi), Riri (komik dan animasi), dan Gamelab (pendidikan dan pelatihan). Hingga saat ini karya dari Educa Studio telah diunduh lebih dari 35 juta kali di playstore. 

"Hari ini saya berkesempatan (datang) langsung. Kalau Educa Studio ini sudah bertemu di Semarang terus mereka masuk final (Apresiasi Kreasi Indonesia) dan menjadi karya terbaik sebagai juara nasional dari kota Salatiga," kata Menparekraf Sandiaga Uno. 

Dikutip dari laman kemenparekraf.go.id, keberhasilan Educa Studio dalam menghasilkan karya dan intellectual property tentu memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan sektor ekonomi kreatif tanah air, khususnya di subsektor game. Dimana game merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh positif di saat pandemi. 

Baca Juga: Kurangi Emisi Karbon, EDGE DC jadi Data Center Pertama yang Gunakan REC dari PLN

"Kita langsung tadi menawarkan (berpartisipasi dalam) Gamescon dan Tokyo Game Show serta Hongkong International Licensing Show. Mudah-mudahan talenta terbaik dari Salatiga ini juga bisa berpartisipasi karena Indonesia merupakan 10 besar negara dengan pasar e-sport terbesar di Asia," kata Sandiaga. 

Sandiaga menekankan, penting bagi Educa Studio untuk menembus pasar internasional. 

"Rancangan Peraturan Presiden tentang pengembangan ekosistem game nasional sudah kami susun, nanti akan ada Perpresnya. Dan Perpresnya ini akan membantu pelaku seperti Educa Studio sebagai pemain industri game untuk fokus terhadap game, khususnya di bidang pendidikan dan produksi IP yang sangat krusial. Inovasi, adaptasi, dan kolaborasi harus kita terus gencarkan dengan semangat 3G gercep, geber, dan gaspol," ujarnya. 

Tentang Educa Studio
Sebelum menjadi Educa Studio, perjelanan mereja berawal dengan dua produk game PC, yaitu Marbel dan Shoot Empire (sebagai juara pertama Game Competition 2008). Kemudian sang pendiri memutuskan untuk lebih profesional dengan mendirikan Educa Studio pada 1 April 2012.

Pada saat itu, mereka hanya fokus pada Edu PC Games. Kemudian, pada tahun 2012, mereka memutuskan untuk mulai terjun ke pengembangan aplikasi dan game seluler. Pada tahun 2013, mereka memperluas ke platform seluler yang lebih luas seperti Windows Phone dan Apple Store (iOS).

Dalam perjalanannya, mereka memiliki banyak IP yang sukses seperti Marbel untuk Game Edukasi Anak, Riri untuk Buku Cerita Interaktif, Kabi untuk Anak Muslim, Kolak untuk Lagu Anak Interaktif. Pada tahun 2017, mereka memiliki banyak platform untuk membangun konten berkualitas dan memperluas perusahaan kami menjadi merchandising, board game, animasi interaktif, dan platform guru.

Editor: Irfan Nasution

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMART, Inovasi Pelacak Energi Surya Buatan Mahasiswa UI

Selasa, 29 November 2022 | 12:00 WIB

Coba 5 Cara ini Agar Anak Tidak Kecanduan Gawai

Kamis, 10 November 2022 | 06:35 WIB
X