• Rabu, 7 Desember 2022

Harga Bitcoin Turun, Presiden El Savador Nayib Bukele Borong 500 Bitcoin

- Rabu, 11 Mei 2022 | 09:31 WIB
 (dok. Ilustrasi Unsplash/Tezos)
(dok. Ilustrasi Unsplash/Tezos)

TemanBaik, di tengah harga Bitcoin yang anjlok, El Salvador baru saja menambahkan 500 Bitcoin (BTC) senilai USD15,5 juta atau setara Rp225,6 miliar (asumi kurs Rp 14.558 per dolar AS)  Senin 9 Mei 2022 waktu setempat. Dengan tambahan tersebut, kini El Salvador memiliki jumlah total BTC lebih dari 2.300 atau sekitar USD72,5 juta.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh presiden El Savador, Nayib Bukele dalam cuitannya di Twitter, "El Salvador just bought the dip!" pada 10 Mei waktu setempat.

Pembelian ini adalah pembelian koin terbesar dari El Savador sejak pertama kali menambahkan mata uang digital (cryptocurrency) pada neraca keuangan negara mereka September 2021 lalu. El Savador menjadi negara pertama yang mengadopsi mata uang digital menjadi alat pembayaran yang sah selain mata uang resmi mereka dan Dollar Amerika Serikat. Langkah El Salvador ini ditiru oleh Republik Afrika Tengah (RAT) pada akhir April lalu.

Baca Juga: Ini 5 Fiitur Baru dari MIUI 13 yang Hadir di POCO M4 Pro

Sebelumnya pada 28 Oktober 2021, El Salvador menambah aset Bitcoin mereka sejumlah 420 koin. Pembelian tersebut dilakukan saat BTC tergelincir dari harga tertingginya di atas $67 ribu ke level $60 ribu. Harga Bitcoin sendiri turun lebih dari 11% dalam beberapa hari terakhir yang diikuti oleh mata uang kripto lainnya. 

Dilansir dari Market Insider, El Salvador membeli 200 BTC seharga $51.300 pada tanggal 6 September, kemudian sejumlah 200 BTC seharga $51.500. Sehari kemudian, ia membeli 150 BTC seharga $52.000, dan akhirnya, pada 19 September, El Salvador membeli penurunan, memperoleh 150 BTC lagi dengan harga $45.700.
 
Meski banyak yang mendukung langkah tersebut, tak sedikit juga yang memberikan reaksi pada kebijakan El Savador. Salah satunya adalah Dana Moneter Internasional (IMF), mereka telah memperingatkan eksperimen Bitcoin El Savador. Pada Januari, IMF mengngatkan El Salvador untuk membuang Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Direktur IMF menyatakan ada risiko besar dengan penggunanan Bitcoin pada stabilitas keuangan negara. Hal tersebut dapat berpengaruh pada integritas keuanga, perlundangan konsumen hingga kebijakan fiskal. Sebagai catatan, perkembangan aset kripto di negara berkembang sangatlah pesat.

Dikutip dari portalkripto.com, data tersebut menunjukkan bahwa adopsi global telah tumbuh lebih dari 2300% sejak Q3 2019 dan lebih dari 881% pada tahun 2020. Berdasarkan data tersebut, negara dunia ketiga seperti di Afrika, Amerika Latin, dan Asia, mendominasi pengadopsian mata uang kripto secara global.

Editor: Irfan Nasution

Sumber: Market Insider, Portalkripto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMART, Inovasi Pelacak Energi Surya Buatan Mahasiswa UI

Selasa, 29 November 2022 | 12:00 WIB

Coba 5 Cara ini Agar Anak Tidak Kecanduan Gawai

Kamis, 10 November 2022 | 06:35 WIB
X