• Kamis, 6 Oktober 2022

'RAISA', Robot Medis Besutan Unair dan ITS

- Rabu, 15 April 2020 | 12:15 WIB

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) baru saja meluncurkan Robot Medical Assistant ITS-Airlangga (RAISA). Robot ini merupakan robot pelayan kesehatan bagi pasien Covid-19 untuk meminimalisir kontak antara tenaga medis dengan pasien Covid-19.

Robot ini juga dibuat untuk mengurangi pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang persediaannya semakin menipis. Rektor ITS Mochamad Ashari menjelaskan proyek ini juga dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan oleh Covid-19.

"Hari ini kami berharap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat untuk para tenaga medis maupun masyarakat," ujarnya dalam laman its.ac.id, Selasa (14/4/2020). Ashari menerangkan, RAISA dirancang oleh orang-orang yang andal dan tim robot ITS yang sudah memenangkan berbagai lomba di mancanegara.

-

"Dengan menggandeng orang-orang medis dari RSUA, semakin melengkapi fitur pada robot yang akan dibutuhkan pasien nantinya," tutur guru besar Teknik Elektro ITS ini. RAISA dikendalikan dari jarak jauh dengan joystick.

Robot ini merupakan gabungan teknologi yang ada pada empat robot milik ITS sebelumnya, yakni robot sepakbola beroda (Iris), robot kapal tanpa awak (Barunastra), robot humanoid (Ichiro), dan robot untuk Kontes Robot Indonesia (KRI).

Baca Ini Juga Yuk: Ini Beberapa Peluang Pekerjaan Baru di Masa Depan

Robot RAISA memiliki tinggi 1,5 meter, dilengkapi dengan empat rak secara bersusun yang bisa membawa barang maksimal 50 kilogram. Selain itu juga dilengkapi monitor untuk komunikasi dua arah antara tenaga medis dengan pasien menggunakan multimedia.

Sementara itu, Direktur Utama RSUA, Nasronudin memberikan apresiasi atas hasil kerja sama yang dilakukan. Ia mengatakan, banyak tenaga medis di Unair membutuhkan aplikasi teknologi dari ITS. "Robot ini mampu memberikan pelayanan kepada pasien yang sedang diisolasi seperti mengantar makanan, pakaian, maupun obat-obatan," ujarnya.

Namun dia menambahkan, walaupun dengan robot ini, pasien juga tetap memerlukan perawat, setidaknya intensitas interaksinya saja yang berkurang. "Perlunya sentuhan hati dan interaksi langsung dibutuhkan juga sesekali untuk mendukung psikologi dari pasien Covid-19 sendiri," jelasnya.

-

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS, Mohammad Nuh mengungkapkan, ada banyak hal penting yang ada pada RAISA ini, semisal nilai kemanusiaan karena perawat atau tenaga medis yang biasanya harus berinteraksi dengan pasien sudah bisa digantikan robot.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Terkini

6 Cara Menghapus Jejak di Dunia Digital

Rabu, 1 Juni 2022 | 13:12 WIB
X