Dulu Terisolasi, Pulau Rote Kini Punya BTS Keren Bertenaga Surya

- Selasa, 14 Agustus 2018 | 08:40 WIB

Bagi TemanBaik yang tinggal di perkotaan, menikmati fasilitas internet sudah menjadi gaya hidup. Tapi bagaimana dengan mereka yang tinggal di pulau terpencil yang berada di Indonesia Timur?

Nah untuk menghubungkan masyarakat di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) di daerah Rote,  Menteri BUMN Rini M. Soemarno meresmikan BTS Tenaga Surya (Base Transceiver Station) untuk sistem telekomunikasi Pulau Terdepan Indonesia Timur di Desa Oebela, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Senin (13/8/2018). 

Beda dari sistem telekomunikasi pada umumnya, BTS di sana lebih spesial karena  memanfaatkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Jadi teriknya matahari di Rote Ndao, kini bisa disulap jadi fasilitas yang sangat bermanfaat loh, khususnya buat meningkatkan perekonomian setempat.

"Melalui informasi yang lebih terbuka, ekonomi bisa lebih menggeliat, dan ke depan aliran informasi juga bisa terhubung lebih cepat, apalagi saat terjadi musibah atau bencana. Sebuah kebanggaan bagi kita semua, PT Len sebagai BUMN telah mengambil bagian dalam mendukung peningkatan prasarana telekomunikasi di daerah terdepan," ujar Rini.

Rini menjelaskan, kehadiran BTS tenaga surya di Rote tak lepas dari kerja keras Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang bertugas membangun prasarana telekomunikasi di daerah 3T serta perbatasan. Ia berharap masyarakat di sana bisa mengakses telekomunikasi dan informasi yang sebelumnya belum terjangkau.

Bersama BAKTI, PT Len juga menginvestasikan peralatan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan tower yang kemudian disewakan kepada operator telekomunikasi. PLTS sebagai sumber listrik utama perangkat Telekomunikasi BTS di Desa Oebela memiliki kapasitas 4.680 Watt peak yang terdiri dari 18 unit panel surya 260 Watt peak, serta dilengkapi pula dengan 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi.

Direktur Utama Len, Zakky Gamal Yasin menambahkan, di tengah persaingan bisnis energi yang begitu ketat di Indonesia, khususnya tenaga surya, investasi PLTS bagi Len merupakan terobosan baru. BUMN yang berbasis di Bandung ini juga mendukung kemajuan sarana digital di daerah 3T.

"PT Len Industri sebagai BUMN di bidang renewable energy memiliki peran sebagai investor prasarana telekomunikasi. Misalnya power dan tower, manufaktur modul surya, EPC sistem sekaligus menyediakan servis dan pemeliharaan," ujar Zakky.

Ada Sembilan BUMN yang ikut mendukung pembangunan sarana ini lewat dana CSR. Perusahaan tersebut antara lain Bank BRI, Mandiri, BNI, PLN, Pegadaian, Pertamina, Telkom Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Halaman:

Editor: Avitia Nurmatari

Tags

Terkini

Tim Gryffindor ITS Sulap Bambu Jadi Bahan Bakar PLTU

Minggu, 25 Desember 2022 | 11:30 WIB

SMART, Inovasi Pelacak Energi Surya Buatan Mahasiswa UI

Selasa, 29 November 2022 | 12:00 WIB
X