Bincang Seru Pariwisata dan Ekraf Lewat Smiling West Java

Bandung - Cara seru dilakukan untuk mempromosikan pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di Jawa Barat, yakni melalui 'Smiling West Java'. Ini adalah program terbaru Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat.

'Smiling West Java' ini merupakan siniar alias podcast yang juga bisa disaksikan melalui channel Youtube. Formatnya berupa diskusi dan bincang santai membahas seputar dunia pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

Pada episode pertama misalnya, Kepala Disparbud Jawa Barat Dedi Taufik jadi pembicara bersama Putri Indonesia Jawa Barat 2018 Jeanastasia. Di sini, salah satu yang dibahas adalah strategi membangkitkan pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

"Saya pikir di dalam pemulihan ekonomi diharapkan kita bisa mengakselerasi apabila COVID-19 sudah berlalu. Kita sudah menyiapkan dan yang paling utama untuk kita jual bukan kepadan quantity, tapi di masa pandemi dan juga adaptasi kebiasaan baru itu adalah dikedepankan quality-nya," kata Dedi.

Berbagai cara sudah dilakukan agar dunia pariwisata hingga ekonomi kreatif bangkit. Destinasi wisata juga dipetakan berdasarkan peminatan wisatawan di tengah pandemi.

Selanjutnya, pada episode spesial yang menghadirkan Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga tak kalah seru. Dengan gaya santainya, mereka berbicara bagaimana cara memajukan kembali dunia pariwisata, kebudayaan, dan industri kreatif.

Baca Ini Juga Yuk: Kisah yang Bikin 5 Tempat Wisata Ini Makin Menarik Dikunjungi

Sandiaga menyebut pemerintah memang saat ini sangat fokus membenahi lima destinasi super prioritas. "Tapi, Jawa Barat ini justru menjadi episentrum daripada pariwisata era baru," ucapnya.

Menurutnya, Jawa Barat memenuhi beberapa karakteristik kunci untuk bangkit. Pertama adalah pariwisata Jawa Barat sudah terpetakan berdasarkan personalisasi atau minat masing-masing wisatawan.

Kedua, pariwisata di Jawa Barat bisa ditempuh menggunakan kendaraan darat. Ketiga adalah customize, yakni pariwisata disesuaikan dengan tren saat ini, misalnya wisata berbasis kuliner, kriya, fesyen, hingga ecotourism.

Terakhir, yang sangat penting adalah Jawa Barat punya begitu banyak objek wisata di berbagai wilayahnya. Semua modal itu juga ditopang salah satunya dengan vaksinasi yang terus digencarkan kepada warga.

"Ini kita bisa berkolaborasi dan drnhan vaksin, dengan protokol kesehatan, dengan era baru, dari fokus kepada wisatawan nusantara, saya sangat optimis dan positif memandang masa depan dari pariwisata di Jawa Barat," tuturnya.

"Dan jika digabungkan dengan ekonomi kreatif, ini merupakan satu lokomotif kita dan menjadi sinyal kebangkitan ekonomi nasional di Jawa Barat," jelas Sandiaga.

Baca Ini Juga Yuk: Digitalisasi UKM & Maksimalkan Produksi Kakao untuk Ekonomi Bali

Optimisme juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia pun berharap ada optimisme di antara para pelaku pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Perlu kreativitas dan tekad kuat untuk bangkit.

"Bagi saya kuncinya adalah setiap disrupsi di dunia ini, bagi orang yang pesimis itu merasa ini akhir dari segalanya. Bagi orang yang optimis, itu menjadi tantangan bagaimana mendefinisikan happiness bussiness alias pariwisata," kata Emil, sapaan akrabnya.

Mantan Wali Kota Bandung itu lalu mencontohkan glamping yang saat ini menjadi tren pariwisata di Jawa Barat dan terus bermunculan. Contoh lain adalah industri game atau permainan yang belakangan makin berkembang pesat.

"Bisnis game ini, yang lain turun, dia mah profitnya berlipat-lipat," tandas Emil.

TemanBaik, mau tahu pembahasan seru lainnya seputar dunia pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di Jawa Barat? Simak melalui podast atau channel Youtube Smiling West Java, ya!


Foto: Dokumentasi Disparbud Jawa Barat


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler