Lima Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Indonesia

Bandung - Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad pada hari ke-12 Bulan Islam Rabi’ul-awal yang ketiga. Tahun ini, Hari Maulid Nabi jatuh pada Hari Selasa, 20 November 2018. Maulid Nabi diperingati oleh hampir setiap muslim di Nusantara dengan cara yang berbeda dan ciri khasnya masing-masing. Lima tempat di Indonesia ini bisa kamu kunjungi untuk mendapatkan pengalaman yang unik dan berbeda dalam memperingati Hari Maulid Nabi loh, apa saja?

Grebeg Maulud di Yogyakarta
Garebeg atau grebeg adalah upacara berkala yang diadakan masyarakat Jawa untuk memperingati suatu peristiwa penting. Grebeg Maulud adalah puncak dari perayaan sekaten untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan ditandai keluarnya beberapa gunungan.

Dalam upacara ini, pihak penyelenggara merayakan kemakmuran yang diberikan kepada masyarakat dengan mempersembahkan gunungan. Gunungan ini tersusun dari hasil bumi yang dirangkai pada kerangka berbentuk menggunung. Setelah diarak, hasil bumi diperebutkan oleh masyarakat yang sudah menunggu kesempatan.

Baca Ini Juga Yuk: 3 Lokasi di Jabar Ini Bakal Jadi Tujuan Wisata Dunia, Apa Saja?

Baayun Maulid di Banjarmasin
Baayun Maulid adalah tradisi yang selalu di laksanakan untuk memperingati Maulid Nabi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kata Baayun sendiri artinya ayunan atau buaian, sedangkan mulud berasal dari Bahasa Arab yang merupakan ungkapan dalam masyarakat Arab untuk kelahiran Nabi Muhammad. Baayun Maulid atau dikenal juga dengan sebutan Baayun Mulud adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid.

Ayunan dihiasi berbagai macam benda yang dalam tradisi orang Banjar memiliki makna-makna dan harapan tertentu bagi yang diayun. Misalnya, janur bernama ular lidi yang diletakkan di bagian atas ayunan, bermakna kebersihan. Diharapkan, orang yang diayun akan selalu senang dengan kebersihan.

Memasak Lemang di Aceh
Umumnya, masyarakat di Aceh akan memasak lemang untuk memperingati Maulid Nabi. Lemang sendiri tradisi warisan suku Alas yang terbuat dari campuran ketan dan air santan. Lemang dimasak dengan dibakar dalam bambu dengan menggunakan kayu selama kurang lebih empat jam.

Baca Ini Juga Yuk: Empat Tempat Wisata di Boyolali yang Bisa Dikunjungi

Tradisi Unik di Probolinggo
Ada tradisi unik di Probolinggo setiap tahunnya dalam memperingati Hari Maulid Nabi. Sejumlah keranjang digantung di atas dan masyarakat mendatangi peringatan tersebut. Keranjang yang digantung berisi makanan, buah dan sandal serta sayuran, lalu direbut oleh warga ketika berdiri sambil membaca salawat. Siapa yang cepat dia yang dapat, setelah itu para warga khusyuk kembali membaca salawat.

Ampyang Maulid di Kudus
Warga Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memiliki tradisi menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan menggelar tradisi Ampyang Maulid. Tradisi ini menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampyang atau nasi dan krupuk yang diarak keliling Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sebelum menuju ke Masjid Wali At Taqwa di desa setempat.

Setelah sampai di Masjid Wali, tandu yang berisi nasi bungkus serta hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa didoakan oleh ulama setempat, kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah.

Foto: Jogja.co


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler