Ngobrol dengan Siti, Teman Netra Hafiz yang Jago Bernyanyi

Bandung - TemanBaik, kenalin nih, namanya Siti Nur Istiqomah, usianya 10 tahun. Akrab dipanggil Isti, sosok ini menarik untuk diulas. Kenalan lebih intim dengan Isti, yuk!

Isti terlahir prematur, tepatnya saat usia kandungan sekitar enam bulan. Saat itu, organ-organ tubuhnya belum terbentuk sempurna, salah satunya mata.

"Isti lahirnya prematur, enam bulan kurang tiga hari dia keluar. Jadi memang belum waktunya (melahirkan)," kata Warsiah (45), ibunda Isti.

Isti pun lahir dengan kondisi sebagai teman netra alias tunanetra. Namun, tak ada kesedihan mendalam yang dirasakan Warsiah dan suaminya, Sijo Prabowo. Mereka ikhlas menerima anak pertamanya itu apapun kondisinya.

Di balik masker yang dipakainya, wajah Warsiah terlihat sama sekali tak memperlihatkan raut kesedihan atas kondisi anak semata wayangnya. Sorot matanya seolah memperlihatkan aura kebahagiaan memiliki anak yang memang sangat dinantikan semenjak menikah.

Warsiah pun melontatkan kalimat menyentuh. Bahkan, secara tidak langsung, ia ibarat mengajak setiap orang menerima dan menjalani takdir dengan ikhlas.

"Disyukurin aja, dikasihnya kayak gini, mau gimana lagi. Masak mau nolak? Ya udah, mungkin udah jalannya," ungkap Warsiah.

Baca Ini Juga Yuk: Merangkai Asa Disabilitas Lewat Sentuhan Angkie Yudistia

Semangat Hapalkan Al-Quran
Singkat cerita, Isti tumbuh dan dibesarkan dengan penuh cinta oleh Warsiah dan Sijo. Warsiah sendiri berasal dari Kebumen, sedangkan Sijo dari Gombong. Meski sama-sama orang Jawa Tengah, keduanya, termasuk Isti, tinggal di Bandung sejak beberapa tahun lalu. Sijo bekerja serabutan, sedangkan Warsiah jadi ibu rumah tangga.

Salah satu hal menarik dari sosok Isti adalah semangatnya. Menurut Warsiah, Isti selalu semangat menjalani setiap langkah. Ini membuat orang tuanya memiliki tambahan semangat dalam membesarkan Isti.

"Dia mah mau ngapa-ngapain juga semangat, enggak ada kata malas," ujar Warsiah.

Salah satu semangat Isti adalah menghapal Al-Quran. Hampir setiap hari ia mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran yang diulang-ulang. Hasilnya, sejauh ini Isti sudah hapal sekitar tiga juz.

"Aku cinta Al-Quran, aku pengin jadi tahfiz," ungkap Isti dengan gaya bicaranya yang semangat.

Selain semangat, mimpi besar tertanam dalam benak Isti. Ia sangat berhasrat ingin meenghapal Al-Quran seluruhnya. Sebab, ada ketenangan dan kebahagiaan tersendiri baginga bisa dekat dengan Al-Quran meski tidak secara fisik.

Dalam menghapal Al-Quran, Isti tentu tak bisa menyerapnya melalui Al-Quran fisik. Bahkan, ia juga belum bisa membaca Al-Quran braille. Namun, itu tak memutus semangatnya menghapal. Mendengarkan audio lantunan ayat suci Alquran jadi solusinya.

"Dia kan penghapalannya kuat, jadi cara menghapalnya dengerin terus, diputer-puter terus, karena belum bisa baca," jelas Warsiah.

Selain menghapal Al-Quran, Isti punya kegemaran mendengarkan salawat. Bahkan, ia selalu bersemangat ketika tahu ada pengajian di suatu tempat dan kerap meminta sang ibu mengantarkannya.

Dalam kesehariannya, Isti lebih banyak di rumah selain bersekolah di SLBN A Kota Bandung. Bukan karena minder atau tak punya teman, hanya saja Isti lebih suka ada di rumah ketimbang di luar rumah.

Baca Ini Juga Yuk: Mulyadi, Ojol Disabilitas yang Antarkan Bubur Ayam Gratis

Piawai Bernyanyi
Selain menghapal Al-Quran, ada kepiawaian lain dari sosok Isti. Ia andal dalam urusan bernyanyi. Suaranya khas anak-anak. Namun, ia mampu menggapai nada-nada tinggi.

Beritabaik.id pun sempat menyaksikan kemampuan Isti beberapa waktu lalu saat ada kegiatan di SLBN A Kota Bandung. Saat itu, ia tampil membawakan beberapa lagu berbahasa Inggris dan membuat peserta kegiatan kagum.

Pelafalan bahasa Inggrisnya pun terbilang apik. Sebab, selain mengandalkan pelafalan lewat lagu yang diulang-ulang, Isti juga dilatih punya kemampuan bahasa Inggris oleh guru di sekolahnya.

"Kalau sudah gede pengin jadi artis, pengin bisa nyanyi sendiri (solois)," tuturnya.

Isti sendiri piawai bernyanyi beragam genre dan bahasa. Bahkan, meski dibesarkan orang tua dari Jawa Tengah, ia juga piawai bernyanyi lagu Sunda.

Selain karena tinggal di Bandung, kemampuan Isti berbahasa Sunda tak lepas dari lagu yang sering diputar tetangganya. Sehingga, lama-kelamaan ia akrab dengan bahasa Sunda, termasuk lagu berbahasa Sunda.

Prestasi pun sudah digenggam Isti dalam urusan bernyanyi. Yang terbaru, ia jadi peringkat ketiga dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2021 kategori Menyanyi, beberapa waktu lalu. FLS2N sendiri adalah kompetisi seni yang diikuti peserta didik jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus (Diksus).


Foto: Djuli Pamungkas/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler