Perjalanan Nurhayati, Menerima & Membesarkan Anak dengan Cinta

Bandung - Setiap orang tua pasti memiliki cara masing-masing untuk mendidik dan membesarkan anak. Banyak nilai kebaikan yang coba ditanamkan pada anak sejak kecil dengan harapan nilai tersebut dapat terus dibawa hingga ia dewasa. 

Menanamkan nilai kebaikan pada anak juga diberikan oleh setiap ibu asuh atau yang sering disebut ibu SOS di SOS Children's Village Indonesia yang salah satunya terletak di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Seperti yang dilakukan oleh Nurhayati, perempuan asal Surabaya yang sudah menjadi keluarga sekaligus ibu asuh bagi anak-anak di SOS Children's Village sejak tahun 1997 ini menjadikan nilai agama sebagai pondasi awal untuk anak-anaknya. 

Semua perjalanan Nur menjadi seorang ibu dimulai sejak 23 tahun yang lalu. Tanpa pengalaman membesarkan anak, ia memutuskan untuk merantau dari Surabaya ke Lembang dan menjadi seorang ibu untuk anak-anak SOS. 

Menjadi seorang ibu dari anak-anak dengan latar belakang dan karakter yang berbeda membuat Nur belajar akan arti penerimaan. Ia sadar untuk membangun sebuah keluarga, bukan hanya dirinya yang harus menerima setiap anak dengan penuh kasih sayang. Tetapi, anak-anak juga perlu menerima dirinya sebagai orang tua, terutama seorang ibu. 

"Belajar untuk saling menerima dengan berbagai cara, termasuk komunikasi. Kita banyak belajar juga tentang psikologis anak," ujar Nur.

Baca Ini Juga Yuk: Jasmine Maulidya, Sukses Jadi Hotelier & Ibu Kebanggaan Keluarga

Menjadikan pendidikan agama sebagai pondasi utama dalam mendidik anak-anaknya dilakukan Nur bukan tanpa alasan. Baginya, ketika nilai agama yang dipegang anak sudah kuat, nilai kehidupan yang lain seperti kedisiplinan, kejujuran, toleransi, hingga cara bergaul bisa diterapkan anak dengan baik pula. 

Saat ini Nur menjadi ibu dari keenam anak yang tinggal bersamanya. Dari dalam rumah, ia juga mengajarkan hidup rukun antara adik dan kakak. Terutama saat masa pandemi seperti ini, Nur bersyukur karena kehadiran sosok kakak pada diri anak-anaknya yang sudah duduk di bangku SMA sangat membantu dalam urusan pelajaran sekolah sang adik yang berusia lebih muda. 

"Bersyukur kakak-kakak yang sudah SMA bisa membimbing adiknya. Jadi di rumah ya kakak harus bantu adik, adiknya juga harus sayang dan menghormati kakaknya. Misal kalau sudah dibantu, harus bilang terima kasih ke kakak," terang Nur.

Tidak hanya menanamkan nilai kebaikan dalam keluarga di rumah, Nur juga selalu mengingatkan agar anak-anaknya tetap menyayangi keluarga biologis mereka. Tak bisa dipungkiri, bertahun-tahun tinggal bersama Nur menjadikan sang anak lebih dekat dengannya.

"Saat pertama bertemu anak-anak, ada proses penerimaan dan kasih sayang. Saat anak-anak dewasa dan kembali ke keluarganya juga ada prosesnya," ujar Nur. 

Kelak, Nur berharap semua anaknya dapat terus berjuang untuk yang terbaik di masa depan mereka. Hingga akhirnya menjadi anak yang bahagia lahir dan batin, serta gemar berbagi pada sesama.

23 tahun menjadi seorang ibu di SOS Children's Village Indonesia membuat Nur bisa merasakan jika kasih sayang ibu akan terus mengalir sepanjang masa. Ibu adalah sosok yang luar biasa untuk anak-anaknya.

"Kita gak bisa melupakan kasih sayang ibu. Kasih sayang yang ibu berikan itu total. Itu juga yang saya tanamkan untuk anak-anak saya, yang nantinya bisa menjadi bekal mereka jika menjadi orang tua atau seorang ibu," tegas Nur.

Nur dan para ibu di SOS Children's Village membuktikan bahwa sosok ibu terlalu sempit jika didefinisikan hanya sebagai orang yang melahirkan kita. Ibu tetaplah seorang ibu, yang merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler