Gun Gun dan Kisah Seputar Senjata Tradisional Sunda

Bandung - Gun Gun Gurnadi (61) punya kecintaan besar terhadap benda-bendar tradisional bersejarah. Yang paling digemarinya adalah segala hal berbau senjata dan perkakas pertanian tradisional khas Sunda.

Sejak remaja, ia sudah mengumpulkan beragam koleksi, mulai dari keris, kujang, bedog, badak, duhung, arit, hingga tombak. Selama puluhan tahun, ia berhasil mengoleksi lebih dari 3.000 benda-benda tersebut.

Semuanya koleksinya itu kini ditampilkan di Museum Bumi Pakarang Sasuhunan. Museum ini adalah rumah tinggal yang ia sulap menjadi museum untuk menampilkan beragam senjata dan perkakas tradisional khas Sunda. Museum yang ada di Jalan Pirus Galuh, Kota Bandung, itu diresmikan pada 23 November 2019.

Melalui museum itu, ia ingin 'membagi' senjata kepada masyarakat. Tapi, bukan berarti membagi senjatanya, melainkan pengetahuan dan cerita soal apa yang ada di museum.

"Kepuasan terbesar buat saya kalau ini termanfaatkan oleh masyarakat. Kalau ketidakpuasan, sebaliknya, kalau ini tidak termanfaatkan oleh masyarakat," kata Gun Gun kepada BeritaBaik.id.

Ia pun dengan senang hati jika ada warga yang ingin berkunjung ke rumahnya untuk melihat koleksi di sana. Ia juga akan dengan ramah memberikan penjelasan soal benda-benda koleksinya. Yang tak kalah hebat, ia tak menjual tiket bagi yang ingin berkunjung ke museumnya.

Ia merasa apa yang dimilikinya justru harus dibagikan untuk orang lain. Ia khawatir generasi muda kelak tak tahu benda-benda tradisional dan sarat nilai sejarah tersebut. "Saya ingin orang-orang Sunda, khususnya anak muda, bisa menyaksikan peninggalan leluhurnya di sini," ungkap Gun Gun.

Jelas bukan hal mudah mengumpulkan koleksi benda sebanyak itu. Apalagi, namanya barang antik, pasti sangat sulit mencarinya. Kalaupun ada, harganya pun beragam, ada yang murah, tapi ada yang sangat mahal.

Tapi, berkat kegigihannya sejak remaja hingga kini, ia akhirnya bisa memiliki ribuan koleksi. Ia bahkan tak merasa sulit mengumpulkannya. Ia menikmati setiap proses untuk mendapatkan setiap koleksinya.

"Itu mah kumaha buleudna hate (itu tergantung kebulatan hati). Saya mungkin punya jiwa itu. Dan dengan niatan seperti itu, seolah-olahjalannya terbuka," tutur Gun Gun.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler