Bambang Pamungkas, Legenda Sepak Bola Indonesia Putuskan Pensiun

Bandung - Siapa yang tak kenal dengan sosok Bambang Pamungkas? Di Indonesia, sosok ini sudah sangat familiar sebagai pesepakbola andal. Tapi, kini pria yang akrab disapa Bepe itu sudah resmi pensiun. Pengumuman itu dilakukan usai laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada Selasa (17/12/2019).

Persija Jakarta yang merupakan klub terakhirnya pun harus merelakan legenda hidupnya pensiun di usia 39 tahun. Kini, nama Bepe akan dikenang sebagai bagian dari sejarah tim berjuluk 'Macan Kemayoran'.

Berkarier bersama Persija dari 1999, Bepe sudah mengoleksi lebih dari 200 gol. Jelas ini jadi pencapaian yang akan sangat sulit dilakukan pemain lain. Selain itu, ia juga pernah membawa Persija meraih prestasi, di antaranya menjuarai Liga Indonesia pada 2001, Liga 1 2018, dan Piala Presiden 2018.

Selain Persija, Bepe sebenarnya pernah memperkuat tim lain. Pada 2004 ia pernah memperkuat klub Belanda EHC Norad. Tapi, kariernya di sana tak bersinar dan ia memutuskan kembali ke Persija. Ia juga pernah bermain di Malaysia bersama klub Selangor FA. Pada 2005, ia mampu membawa klub tersebut menjuarai Liga Malaysia, Malaysia Cup, dan Malaysia FA Cup.

Respek besar pun disampaikan Selangor FA dengan mengucapkan selamat penisun dengan bahasa Melayu melalui akun Instagram @faselangormy. Di klub ini, nama Bepe pun seolah jadi legenda meski hanya dua musim memperkuatnya. Selain memberikan tiga gelar juara, Bepe menorehkan catatan 58 gol bersama Selangor FA. Pencapaian itu membuatnya jadi pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Selangor FA setelah Brian Fuentes yang mengoleksi 78 gol.

"FA Selangor mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bambang Pamungkas atas jasa beliau dan selamat bersara," tulis Selangor FA dalam keterangan fotonya.

Bepe juga pernah memperkuat klub Pelita Bandung Raya (PBR) pada kompetisi Liga Super Indonesia 2014. Klub ini secara mengejutkan dibawa Bepe dan kawan-kawan menjadi semifinalis. Setelah itu, ia kembali ke Persija hingga menutup kariernya.

Tapi, tak hanya di Persija, nama Bepe juga akan dikenang sebagai salah seorang striker terbaik yang pernah dimiliki Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Di level Timnas Senior, ia memulai debutnya saat berusia 18 tahun pada 1999. Terakhir ia memperkuat Timnas adalah pada 2012 lalu. Bersama Timnas, Bepe tercatat memiliki penampilan terbanyak yaitu 77 pertandingan. Ia mengoleksi 36 gol berdasarkan kategori A FIFA.

Namun jika dihitung dengan pertandingan persahabatan termasuk saat memperkuat Timnas Junior, pencapaian Bepe jauh lebih banyak, termasuk koleksi golnya yang lebih dari 40.

Dihormati Pemain dan Suporter Lawan
Catatan dan penelusuran BeritaBaik.id, Bepe memiliki kemampuan olah bola yang istimewa. Kedua kakinya bisa digunakan dengan baik, naluri tajam mencetak gol, mengecoh lawan, dan tentunya dikenal sebagai 'raja udara' berkat kepiawaiannya mencetak gol melalui sundulan. Bagi seorang striker, kemampuan yang dimiliki Bepe adalah sebuah paket komplit. Hingga kini, belum ada striker Indonesia yang kemampuannya menyamai Bepe.

Ia juga memiliki kharisma, kepemimpinan, hingga sikap teladan yang patut dicontoh pemain lain baik di dalam maupun luar lapangan. Sangat jarang pesepakbola di Indonesia yang begitu dihormati seperti Bepe. Ia bahkan sangat dihormati pemain lawan, termasuk suporter tim lawan. Bahkan, sangat jarang mendengar ia dicaci suporter tim lain meski timnya kalah gara-gara Bepe.

Baca Ini Juga Yuk: Kisah Eman Sulaeman, Tunadaksa yang Sepak Bola Hingga Skotlandia

Setiap bertanding, Bepe pun selalu jadi rebutan pemain tim lawan untuk bertukar jersey usai pertandingan. Sepertinya memang tidak ada pesepakbola Indonesia yang enggak mau bertukar jersey dengan Bepe.

Di luar lapangan, Bepe punya aktivitas lain yang jarang dilakukan pesepakbola. Ia piawai dalam menulis artikel, terutama yang berkaitan dengan sepak bola. Selain itu, ia juga kerap menuliskan sisi lain dari kehidupan pesepakbola yang jarang diketahui publik. Ia seolah ingin memberi gambaran bahwa jadi pesepakbola tak seindah apa yang dibayangkan orang-orang.

Di kalangan jurnalis, Bepe memiliki kesan tersendiri. Ia sangat terampil menjawab pertanyaan dengan lugas dan mudah dipahami. Ia seolah tahu betul bagaimana menghadapi jurnalis dengan beragam pertanyaannya.

Meski begitu, Bepe termasuk pemain yang sangat sulit diwawancara. Ia tak pernah mau meladeni wawancara secara dadakan atau istilahnya doorstop. Hal seperti ini terbiasa dilakukan oleh para pesepakbola di Eropa dan klub profesional di berbagai negara. Tapi, jika wawancara sudah terjadwal, ia akan siap meladeni, termasuk jika pertanyaan disampaikan melalui surat elektronik alias email.

Sisi menarik lainnya, Bepe juga terampil berbicara di atas panggung dan di hadapan banyak orang. Bahkan, ia kerap menjadi motivator juga loh TemanBaik. Yakin deh, sangat jarang pesepakbola di Indonesia punya beragam kemampuan hebat seperti Bepe.

Salam Perpisahan
Melalui akun Instagram @bepe20, ia mengunggah foto terakhirnya di lapangan. Dengan mengenakan jersey Persija, ia mengangkat jersey bertuliskan nomor punggung 20 dalam bingkai. Dalam keterangan fotonya, ia menyampaikan ungkapan puitis bermakna dalam.

"Orang bijak berkata, laki-laki sejati tidak menangis, tapi hatinya berdarah. Malam ini, ijinkan saya untuk menjadi seorang laki-laki sejati, dengan tida banyak berbicara, agar saya tidak menangis, cukup hati saya yang berdarah," tulis Bepe.

Bepe lalu mengucapkan terima kasih bagi semua pihak, mulai dari klub, pemerintah, hingga suporter. Ia pun menegaskan bahwa kehidupannya di sepak bola tak semuanya mulus, terutama di Persija yang sangat lama diperkuatnya.

"Saya pernah menjadi top skor di sini. Menjadi pemain terbaik di sini. Dan saya pernah menjadi juara di sini. Namun demikian saya juga pernah patah kaki di sini, mengalami depresi di sini, dan dianggap sebagai pengkhianat juga di sini," tuturnya.

"Dalam semua keadaan tersebut, kalian semua tetap berada di belakang saya. Dan untuk itu, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Kalian semua akan selalu memiliki tempat spesial dalam hati saya," jelas Bepe.

Unggahan Bepe pun mendapat banyak komentar dari pengikut akun Instagramnya. Bahkan, banyak pesepakbola yang mengucapkan terima kasih atas jasa Bepe untuk sepak bola Indonesia. Achmad Jufriyanto (Persib Bandung), Bayu Gatra (PSM Makassar), Wawan Hendrawan (Bali United), Hamka Hamzah (Arema FC), serta banyak pemain lain turut membanjiri kolom komentar.

Bahkan, presenter Valentino Simanjuntak, drummer Iqbal Tobing, hingga vokalis Gigi Armand Maulana turut menyampaikan terima kasih, respek, dan doa terbaik untuk Bepe. Selamat mengakhiri karier Bambang Pamungkas, terima kasih atas jasamu untuk sepak bola Indonesia!


Foto: persija.co.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler