Dose Hudaya, Pengacara yang Piawai Ciptakan Ratusan Lagu

Bandung - Kesehariannya, Dose Hudaya merupakan seorang pengacara. Ia menjalani profesinya itu sejak 1976. Kasus hukum kecil hingga besar sudah sering ia tangani. Tapi, di luar itu, ia punya bakat dan kecintaan besar terhadap dunia musik. Ia merupakan pencipta lagu dan produser musik.

Dose terjun ke dunia musik dimulai pada 1988. Ratusan lagu sudah ia ciptakan hingga kini. Uniknya, ia tidak hanya bisa menciptakan lagu dengan satu genre. Pop Indonesia, pop Sunda, hingga dangdut mampu ia ciptakan.

"Ada sekitar 300 lagu yang sudah saya bikin," kata Dose kepada BeritaBaik.

Beberapa lagu ciptaan Dose yang cukup populer di antaranya Susis (Sule), Aku Tetap Cinta dan Sayang Sampai Mati (Repvblik), Pesan dari Hati (Ruri dan Cynthia Ivana), serta Jangan Hakimi Hatiku (Doel Sumbang).

Baca Ini Juga Yuk: Kisah Vokalis Band Metal Bandung Jadi Pebisnis Kuliner Miliarder

Lagu karya Dose juga pernah dibawakan beberapa penyanyi top, mulai dari Broery Pesolima, Yopie Latul, Emilia Contessa, Christine Panjaitan, Utha Likumahuwa, Deddy Dores, hingga Melly Goeslaw.

Dalam menciptakan lagu, ia tidak punya waktu khusus. Bahkan, ia bisa kapan dan di mana saja menciptakannya.

"Kalau kebetulan dapat ilham, biasanya bikin lagu enggak lama. Penciptaan lagu yang bagus itu biasanya selesai di bawah satu jam. Kalau lebih dari satu jam, bahannya jadi kurang bagus," ungkapnya.

Ada kepuasan batin tersendiri bagi Dose dalam menjalani semua pekerjaannya. Saat jadi pengacara, ia puas saat bisa menuntaskan suatu kasus. Saat jadi pencipta lagu dan produser musik, kepuasan paling besarnya adalah ketika berhasil melahirkan lagu berkualitas dan menjadi hits.

Di saat yang sama, kedua profesi itu pun menghasilkan uang yang menjanjikan. Karena itulah, ia mantap menjalankan profesinya saat ini.



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler