Edy Suryanto, Jadi Atlet Catur Meski tak Bisa Melihat

Bandung - Pencatur andalan Indonesia, Edy Suryanto merupakan salah satu atlet yang menyumbang 4 medali pada ajang Asian Para Games 2018. Ia berhasil meraih 3 medali emas dan 1 medali perunggu.

Prestasi ini tidak mengherankan, sebab pria yang menyandang disabilitas netra (visual impairment) ini memang sudah sejak lama menggeluti dunia catur. Yuk mengenal sosok Edy Suryanto lebih dekat lagi, TemanBaik.

Belajar Catur
Mempelajari catur bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan sekitar lima tahun untuk dapat menguasai pion-pion di atas papan hitam-putih. Dengan keterbatasan yang Edy miliki, ia harus mengandalkan kemampuan ingatan.
Edy mulai mempelajari catur ketika usianya 18 tahun. Pada awal mempelajarinya, dibutuhkan ingatan yang kuat, sebab jika sekali saja lupa posisinya dapat berakibat kekalahan.

Tidak Merasa Minder
Meski memiliki kekurangan, Edy tidak merasa minder sedikit pun ketika bermain catur. Masalah pengelihatan bukan penghalang bagi Edy Suryanto bermain catur. Bahkan, karena catur, ia justru dapat berinteraksi dengan masyarakat umum tanpa merasa dibedakan.

Asian Para Games
Pada Asian Para Games Kuala Lumpur 2017, pria berusia 61 tahun tersebut membawa pulang empat emas. Edy sukses menyumbang emas dari cabang catur kategori individual rapid VI-B1, team rapid VI-B1, team standard VI-B1 dan satu perunggu dari kategori individual standard VI-B1.

Catur menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan total raihan 22 medali. Berkat kerja kerasnya, Edy berhak mengantongi bonus sampai lebih dari tiga miliar rupiah.

Belum Ingin Pensiun
Meski usianya tidak lagi muda, Edy mengatakan belum mau pensiun dari dunia catur. Pria yang ramah dan mudah tertawa ini berharap dapat kembali memberikan yang terbaik untuk Indonesia di Asian Para Games 2022. Sehat selalu Pak Edy, dan terima kasih sumbangan emasnya untuk Indonesia!

Foto: Kemenpora.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler