Mengenal Budaya & Maritim Lewat Media Seni di ICAS Festival 2021

Bandung - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar festival tahunan bertajuk 'International Confrence of ISBI Bandung Postgraduate Program (ICAS)'. Festival ini menampilkan keragaman dan keindahan budaya maritim di Indonesia.

Mengusung tema 'Literacy of Maritime Arts & Culture Toward The Supremacy of Nusantara', acara puncaknya digelar bertepatan dengan Hari Maritim Nasional. Isu kemaritiman sengaja diangkat penyaji karena berkaca pada posisi Indonesia sebagai negara maritim.

Para penyaji yang merupakan mahasiswa Pascasarjana ISBI berkolaborasi dengan berbagai pegiat seni dan budaya. Mereka berusaha mengenalkan keindahan Indonesia sebagai negara maritim ke dalam berbagai media seni.

Direktur Pascasarjana ISBI Bandung Dr. Yanti Heriyawati menyebut ICAS Festival merupakan ruang apresiasi paling lengkap, di mana tiap individu dan kreator punya ruangnya masing-masing untuk mengeksplorasi tema besar kemaritiman. Orientasi pada isu literasi kemaritiman juga disimbolkan menjadi api semangat pada momentum Hari Maritim Nasional.

“Acara ini memberi ruang apresiasi bagi masyarakat umum. Konten apresiasinya pun menarik dan banyak pilihan. Kami juga merancang festival ini dengan bertaraf internasional dengan upaya kolaborasi. Sehingga ,acara ini diharapkan menjadi konten apresiasi bagi masyarakat di Hari Maritim Nasional,” ujar Yanti.

Baca Ini Juga Yuk: Ketegasan Makna Hidup dalam Pameran ‘Transmutasi’

Ragam media seni yang dipilih antara lain film, tari, musik, wayang golek, pertunjukan busana (fashion show), serta media seni lainnya. Dari divisi film, ICAS 2021 menampilkan 'Siluet Perempuan Pesisir'. Dokumenter ini memotret bagaimana kehidupan wanita yang tinggal di pesisir dan mempunyai seorang suami nelayan.

Perempuan pesisir dalam film ini digambarkan sosok perempuan Indonesia dengan kompleksitas peran. Bertugas sejak dini hari sampai malam, menjaga anak, mengurus, dan mendampingi suami. Ada dua sisi yang coba ditampilkan dalam sosok ini: kuat namun halus, perkasa namun lembut. Sosok perempuan pesisir kemudian digambarkan dalam gerak tubuh, suara, serta ekspresi.

Selain itu, media seni tari menampilkan 'SamudRatu'. Karya dari duet Yosep Gunawan dan Aulia Permatasari ini menampilkan mitos Ratu Laut Selatan. Lewat media tari, mereka menggambarkan Ratu Laut Selatan yang menjadi misteri dan sakral. Sehingga, tercipta paradigma yang menakutkan. Akan tetapi, kesan menakutkan itu nyatanya berasal dari sumber daya alam laut yang tergadai kepada 'tangan-tangan kotor pribumi' yang mengambil alihnya.

Akhirnya, mitos dipilih sebagai cara dalam menjaga ekosistem laut. Hingga akhirnya, saat ini perilaku merusak alam identik dengan membuat murka sang ratu sebagai penguasa samudera.

Enggak berhenti di sana, keindahan budaya maritim juga hadir dalam format parade busana atau fashion show. Parade bertajuk 'Citra Wastra Pesisir Tuban’ ini coba menampilkan keagungan estetika motif-motif pesisir Tuban, khususnya batik-batik tulis gringsing dan batik tulis tenun gedhong dengan latar cocohan yang langka. Khasznah wastra pesisir Tuban ini kemudian dieksplorasi dalam riset kolaborasi melalui pengembangan eksplorasi motif.

Baca Ini Juga Yuk: 'Menunda Kekalahan', Karya Todung Mulya Lubis di Dunia Sastra

Selain karya-karya di atas, masih ada penampilan 'Ma-rhytm', 'Lukisan Bahari', 'Ampek Badunsanak', penampilan wayang golek berjudul 'Krida Sang Jakatawang', 'Mapag Pamayang', 'Wangsa Bahari', serta ditutup penampilan 'Singging Flores'.

Acara yang berlangsung hingga hari ini digelar secara hybrid, yakni luring dengan peserta terbatas di studio, serta daring melalui kanal YouTube Pascasarjana ISBI Bandung.

Terkait karya-karya yang ditampilkan, Ketua Pelaksana ICAS 2021 Rudi Hartono menyebut tema maritim ini harus digalakkan sebagai isu nasional. Karya-karya yang bakal nampil pun merupakan hasil dari semangat juang masyarakat pesisir di Indonesia.

“Agak unik memang. Sebab Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya banyak kepulauan dan kita perlu bangga,” ungkapnya.

Di luar karya-karya seni yang nampil, ICAS Festival 2021 juga menyajikan isu literasi kemaritiman dalam bentuk diskusi, seminar, dan pelatihan menulis. Para peserta kegiatan seminar mendapat wawasan mengenai isu kemaritiman. Sehingga, dengan pemahaman tersebut, diharapkan para peserta dapat menuliskannya agar isu kemaritiman menjadi kesadaran bersama.

TemanBaik, jika kamu ketinggalan acara puncak International Confrence of ISBI Bandung Postgraduate Program (ICAS) 2021, kamu masih bisa menyaksikannya kok lewat kanal YouTube. Selamat mengapresiasi!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler