Praveen & Melati, Juara All England Suksesor Owi-Butet

Jakarta - TemanBaik, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak pebulutangkis hebat. Berbagai ajang kejuaraan dunia pun sudah banyak yang dimenangkan oleh pebulutangkis Indonesia.

Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti adalah contohnya. Mereka adalah pasangan ganda campuran yang disegani dunia. Penelusuran BeritaBaik.id, beberapa kejuaraan yang berhasil dimenangkan pasangan ini di antaranya Denmark Open 2019, French Open 2019, dan All England Open 2020.

Saat ini, Praveen dan Melati tercatat sebagai pasangan ranking keempat dunia. Jelas sebuah prestasi membanggakan sekaligus bikin calon lawan harus berpikir dan bekerja keras untuk mengalahkan mereka.

Menjadi juara All England Open 2020 pun jadi bukti ketangguhan pasangan ini. Mereka meraih gelar tersebut pada Maret 2020 lalu. Saat itu, lawannya adalah pasangan ganda campuran asal Thailand Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Tarrattanachai.

Bertanding di Birmingham Arena, Inggris, Praveen dan Melati menang melalui rubber game dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8 dalam waktu 62 menit. Bendera Indonesia pun dikibarkan dan gelar juara sah disandang.

Fakta Unik
Di balik kesuksesan meraih juara All England 2020, ternyata ada fakta menarik dari pasangan ini, terutama Praveen Jordan. Gelar itu merupakan yang kedua diraihnya dengan pasangan berbeda.

Gelar pertamanya diraih didapat pada All England 2016. Saat itu, ia berpasangan dengan Debby Susanto. Mereka mengalahkan pasangan asal Jerman di final, yaitu Joachim Fischer Nielsen dan Christina Pesersen. Mereka menang 21-12 dan 21-17.

Namun, pasangan Praveen Jordan dan Debby Susanto akhirnya berpisah. Praven Jordan kemudian memiliki pasangan baru yang tak kalah hebat, yaitu Melati Daeva. Mereka kini jadi salah satu andalan Indonesia dalam berbagai kejuaraan bulutangkis.

Diganjar Bonus Besar
Perjuangan Praveen Jordan dan Melati Daeva ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya bahkan baru-baru ini datang dari klub asal mereka, yaitu PB Djarum.

Mereka diganjar bonus senilai Rp450 juta dengan rincian deposito Rp400 juta dari PB Djarum serta voucher senilai Rp50 juta dari Belibli.com, Tiket.com, dan Yuzu. Uniknya, pemberian bonus secara simbolis dilakukan virtual pada Kamis (11/6/2020).

Bonus itu diharapkan jadi penyemangat. Bukan hanya bagi Praveen dan Melati, tapi juga bagi pebulutangkis lainnya. Sehingga, mereka diharapkan lebih terpacu untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama Indonesia.

"Ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan PB Djarum kepada para atletnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah bulutangkis Indonesia, Pravene menjadi pemain Indonesia pertama yang menjuarai All Englang dengan pasangan yang berbeda," kata Ketua Umum PB Djarum Yoppy Rosiman di laman resmi PBSI.

Praveen dan Melati pun diharapkan bisa meneruskan jadi pendulang prestasi seperti pendahulunya. Salah satunya pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang sudah pensiun.

Pasangan yang dikenal dengan sebutan Owi-Butet ini sukses meraih banyak prestasi. Setelah menjuarai All England, mereka juga bisa meraih gelar juara dunia dan emas di Olimpiade. Kini, harapan penerus Owi-Butet ada di pundak Praveen dan Melati.

Praven dan Melati pun mengapresiasi pemberian bonus yang didapatkannya. Apalagi, penghargaan yang diberikan dirasa cukup istimewa karena berada di tengah pandemi COVID-19.

"Terima kasih kepada PB Djarum yang sudah memberi apresiasi terhadap prestasi kami. Di tengah pandemi COVID-19, kami tetap mendapat penghargaan atas gelar yang sudah kami dapat di All England. Semoga ini menjadi penyemangat lagi buat kami untuk lebih berprestasi, juga jadi motivasi buat teman-teman yang lain," ucap Melati yang diiyakan Praven.

Foto: Praveen Jordan dan Melati Daeva/dok. PBSI (www.badmintonindonesia.org)
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler