Mengenal Sosok Suparni Yati, Atlet Peraih Emas di Para Games 2018

Jakarta - Suparni Yati adalah atlet tolak peluru di Para Games 2018 yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia, Senin (8/10/2018). Atlet  tunagrahita yang lahir pada 18 Agustus 1993 ini memang tak perlu ditanya lagi soal prestasinya di bidang olahraga.

Suparni pernah mencetak rekor baru pada level Asia, yaitu ketika gelaran Asian Para Games pada tahun 2017 yang lalu. Yuk, berkenalan lebih dekat lagi dengan sosok Suparni Yati, atlet tolak peluru Para Games 2018.

Dukungan Ayah Angkat

Suparni mulai berlatih olahraga angkat bola besi peluru  sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) dengan pelatih yaitu ayah angkatnya, Jasman. Berkat dukungan dan pelatihan dari Jasman, Suparni pun lebih percaya diri dan dapat meraih kesuksesan dan membuat bangga Indonesia. 

Pemengang Rekor Asia

Tidak hanya berhasil memenangkan medali emas untuk Indonesia, Suparni Yati juga berhasil memecahkan rekor Asia dengan mencatat jarak sejauh 11,03 meter dalam gelaran pesta olahraga Asian Para Games tahun 2017 yang lalu. Suparni berhasil meggeser rekor Asia milik atlet Malaysia, Nursuhana binti Ramlan yang dibuatnya pada tahun 2012 sejauh 10,71 di Paraliampiade London 2012.

Masuk Kategori F20

Suparni adalah atlet tolak peluru kategori F20, yaitu atlet yang memiliki keterbatasan kecerdasan atau IQ. Umumnya, mereka memiliki IQ di bawah 75. Meski demikian, kekurangan tersebut tidak menjadi halangan bagi Suparni untuk berjuang meraih prestasi dan membanggakan negeri ini.

Peparnas

Berawal dari Pekan Paramlimpiade Nasional (Peparnas) XIV di Riau tahun 2012, Suparni Yati kemudian mengikuti Peparnas XV di Jawa Barat tahun 2016. Kala itu, ia berhasil meraih dua emas dan satu perak. 

Hadiah untuk Ibunda

Setelah berhasil menorehkan medali emas, Suparni Yati berhak mendapatkan bonus sebesar Rp. 1,5 miliar dari pemerintah. Keberhasilan tersebut Suparni persembahkan untuk sang ibu, yang telah mebesarkannya seorang diri. Ayah Suparni sudah meninggal dunia sejak ia duduk di bangku SMA. Rencananya, bonus yang didapat tersebut akan digunakan untuk membangun tempat tinggal keluarganya. 

Foto: Kemenpora


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler