Celoteh Iksan Skuter tentang Pencapaiannya Merilis Buku ‘Bingung’

Yogyakarta - Belum lama ini, solois asal Malang, Iksan Skuter baru saja meluncurkan buku antologi lirik berjudul 'Bingung' lewat sebuah acara di Yogyakarta. Buku tersebut berisi antologi lirik yang Iksan tulis di lagu-lagunya selama ini, termasuk sekelumit kisah-kisah yang mengiringi proses penciptaan karya tersebut.

'Bingung' bagi Iksan Skuter bukan hanya sebatas salah satu judul repertoar populer miliknya, tetapi juga mewakili semangat pengkaryaannya, seperti bagaimana ia menjumpai kehidupan yang makin asing untuknya. Perjalanan hidup yang semakin jauh membuat Iksan menemukan banyak ketidaksesuaian dengan apa yang ideal baginya. Lirik-liriknya mempertegas seniman sebagai mahkluk yang bergerak atas naluri kebingungannya.

Baca Ini Juga Yuk: Hindia Tutup Tur Bayangan di Kota Bandung

Saat ditemui BeritaBaik dalam sebuah kesempatan, ia mengaku bahwa judul 'Bingung' dirasa cocok untuk merepresentasikan semangat kekaryaannya. "Aku merasa di kehidupan ini semakin terasing. Kembara yang begitu jauh membuat aku menemukan banyak ketidaksesuaian. Mulai dari urusan politik, perampasan lahan, dan pembangunan yang tak tepat sasaran, hingga kehidupanku sebagai orang tua yang kian resah. Aku bisa membaca diriku sendiri lewat apa yang selama ini yang kutulis," tutur solois kelahiran Blora pada bulan Agustus 1984 ini.


Buku 'Bingung' merupakan bentuk upaya bagi Iksan Skuter untuk mendokumentasikan karyanya. "Aku melihat bahwa bagaimanapun juga, sastra dan lagu adalah saudara kandung. Buku bagi saya adalah bentuk mendokumentasikan lirik lagu yang sebelumnya berbentuk abstrak, menjadi sebuah tulisan dan terbaca sampai kapanpun juga. Maka, seperti sejarah yang sudah-sudah, pendokumentasian karya sastra dalam konteks apapun juga adalah hal yang sangat penting untuk masa depan," beber musisi yang telah merilis belasan album ini.

Iksan juga mengungkapkan tentang perasaannya setelah berhasil meluncurkan buku 'Bingung' kepada BeritaBaik. "Yang pasti ya sangat senang, karena saya enggak pernah menbayangkan saya punya buku, meskipun itu basicnya lirik. Sampai akhirnya bisa jadi, nah itu hal yang menyenangkan," ungkapnya.

Ia kemudian mengaku bahwa total waktu yang dibutuhkan dalam menggarap buku 'Bingung' ini kira-kira setengah tahun. "Lama pengerjaan bukunya cukup cepat, karena ini kan lirik-lirik yang udah jadi, materinya udah ada. Paling yang bikin lama itu proses layout, proses editing, terus di dalamnya nanti dibuat per bab, terus produksi cetak, dan sebagainya," paparnya.

Sebelum perbincangan kami berakhir, Iksan pun memberikan komentar tentang harapan untuk ke depannya. "Harapan saya habis ini, semoga ini jadi semangat untuk saya bisa bikin buku lagi, karena buku itu hal yang penting, sebagai pendokumentasian sastra. Lirik bagi saya termasuk bagian dari sastra, dan itu terdokumentasi dalam bentuk buku," harapnya.

Foto: Hanni Prameswari

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler