Apiknya Kolaborasi Satpol PP dan Musisi Jalanan

Bandung - Jika bicara musisi jalanan dan Satpol PP, keduanya ibarat dua sisi bertolak belakang. Sebab, musisi jalanan biasanya ada yang 'konser' di tempat terlarang. Sehingga, keberadaan mereka kerap ditertibkan Satpol PP.

Keduanya juga kerap diasosiasikan sebagian publik sebagai pelanggar dan penegak peraturan. Sehingga, keduanya kerap 'kucing-kucingan'.

Di satu sisi, musisi jalanan berusaha menyambung hidup dengan 'konser' di jalanan. Di saat yang sama, Satpol PP berusaha menegakkan peraturan, terutama ketertiban umum.

Namun, pemandangan berbeda terlihat di perempatan kawasan Cikapayang-Dago, Kota Bandung, Jumat (30/7/2021). Di sana, musisi jalanan dan personel Satpol PP terlihat kompak. Mereka dipersatukan misi mengampanyekan protokol kesehatan.

Tak hanya musisi jalanan dan Satpol PP, ada juga institusi lain yang terlibat, mulai dari Dinas Perhubungan hingga TNI. Semuanya membagi peran masing-masing dalam kampanye itu.

Petugas perempuan dari Satpol PP dan Dishub bertugas membentangkan spanduk imbauan seputar protokol kesehatan. Mereka berdiri tepat di depan ruang henti kendaraan saat lampu lalu lintas berwarna merah.

Petugas laki-laki kemudian berkeliling dan menyapa para pengendara. Sesekali mereka mengingatkan warga yang memakai masker dengan kurang tepat. Sesekali pula terlihat ada petugas memberikan masker kepada pengendara.

Di trotoar, musisi jalanan mendapat tugas untuk 'konser'. Di sela berbagai suguhan lagu yang ditampilkan, mereka juga berkali-kali mengingatkan warga agar rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, hingga menghindari berkerumun.

Hasilnya, saat pengendara berhenti karena lampu merah menyala, mereka dihibur aksi musisi jalanan dan edukasi protokol kesehatan. Lagu-lagu yang dibawakan pun familiar di telinga publik.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Cara Aman Membantu Teman Netra Menyeberang di Tengah Pandemi

Kolaborasi Menekan Pandemi
Kepala Satpol PP Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan kampanye protokol kesehatan ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi. Harapannya, aksi ini membuat publik makin sadar dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, kasus COVID-19 masih tinggi hingga kini. Perlu ada upaya bersama dan saling mengingatkan agar kasus COVID-19 bisa dimininalisir.

Kegiatan itu dilakukan di delapan titik strategis di Kota Bandung, selain di Cikapayang, di antaranya perempatan Jalan Ir. Djuanda (Dago)-Merdeka, Taman Pramuka, dan Batununggal.

"Kita gunakan delapan titik ini untuk mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan," ucap Ade.

Pihaknya pun sengaja merangkul komunitas pengamen atau musisi jalanan untuk kampanye tersebut. Tujuannya agar mereka bisa berdaya di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Insyaallah kegiatan ini kita rancang selama sebulan ke depan (di Kota Bandung)," ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Intan Aurelita, Mahasiswi yang Menikmati Jadi Satpol PP

Senang Ikut Berperan
Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Bandung Cepi Suhendar mengaku senang dengan dilibatkannya banyak musisi jalanan lewat kegiatan tersebut. Sehingga, musisi jalanan bisa turut andil dalam upaya menekan kasus COVID-19.

Di sisi lain, para musisi jalanan juga diberi ruang mencari kehidupan di tengah kesulitan akibat pandemi. Mereka tak lagi harus 'kucing-kucingan' dengan Satpol PP. Mereka leluasa mencari nafkah dengan cara mengamen.

Sebab, mereka yang selama ini sudah punya tempat 'konser' sendiri di berbagai tempat banyak kehilangan lapak. Itu karena tempat mereka biasa 'konser' banyak yang ditutup sejak pandemi. Akibatnya, lahan musisi jalanan juga ikut tergerus.

"Ini sangat luar biasa kalau saya bilang. Kebetulan kalau dikaitkan dengan kondisi pandemi ini, kawan-kawan yang tergabung di KPJ yang biasa mangkal di hotel, event, kafe, alhamdulillah terberdayakan (melalui kegiatan ini)," tutur Cepi.

Ia pun berharap kolaborasi positif semacam itu terus berlangsung. Sehingga, musisi jalanan dan Satpol PP tak selalu 'bermusuhan' akibat kebutuhan dan tugas.


Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler