Membantu ODHA di Tengah Pandemi

Bandung - TemanBaik, kamu pernah membayangkan enggak bagaimana orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di tengah pandemi virus corona alias COVID-19? Mereka, khususnya yang tinggal di Bandung, kesulitan mendapatkan obat terapi.

Sebab, penyedia obat seperti di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) tidak bisa memberikan pelayanan obat. Itu karena RSHS masuk zona merah yang tidak bisa didatangi publik.

"Di tengah pandemi ini memang ada yang menjadi masalah. Beberapa rumah sakit kan masuk zona merah dan teman-teman ODHA dilarang datang ke pusat layanan kesehatan dengan pertimbangan memutus mata rantai COVID-19," kata Narahubung Solidaritas Sosial Bandung Yana 'Jimmy' Suryana kepada BeritaBaik.id.

Para ODHA sendiri menurutnya tak bisa berhenti mengonsumsi obat terapi. Namun, kondisi yang ada membuat mereka kesulitan mendapatkan obat.

Berangkat dari hal itu, komunitas Solidaritas Sosial Bandung membuat gerakan bernama Solidaritas Bagi ODHA Terdampak Pandemi COVID-19. Gerakan ini intinya membuat orang-orang di komunitas ini menjadi kurir alias pengantar obat.

Baca Ini Juga Yuk: Wujud Cinta Sesama dari 'Dapur' Kolong Jembatan Pasupati

Konsepnya, pasien atau ODHA akan menghubungi dokter atau rumah sakit untuk meminta resep kebutuhan terapi, terutama ARV. Setelah siap dibawa, obat itu akan dibawa anggota komunitas dan diserahkannya pada ODHA yang bersangkutan.

Hal ini memang terkesan sederhana. Namun, enggak bisa dilakukan sembarangan orang loh, apalagi menggunakan aplikasi ojek daring. Sebab, mendapatkan obat terapi untuk ODHA memiliki prosedur khusus.

"Kita bikin kerja sama dengan penyedia obat agar obat itu bisa sampai ke teman-teman ODHA. Prosedurnya juga kita tempuh dengan benar. Kerahasiaan pasien juga kita jaga betul," tutur Jimmy.

Layanan ini ada sejak April lalu dan untuk sementara hanya berlaku di kawasan Bandung. Sementara jika ada yang membutuhkan layanan tersebut, kamu tinggal berkomunikasi dengan Jimmy melalui nomor telepon 0813-9533-3105.

Foto: dok. Solidaritas Sosial Bandung
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler