Wujud Cinta Sesama dari 'Dapur' Kolong Jembatan Pasupati

TemanBaik, sebuah area di kolong Jembatan atau Jalan Layang Pasupati sejak 3 Juni 2020 terlihat berbeda. Di area ini mendadak hadir dapur umum.

Dapur umum ini setiap harinya menyediakan sekitar 500 porsi makanan siap saji. Makanan ini disebarkan kepada warga di sekitar kawasan Tamansari, terutama yang terdampak COVID-19 alias virus corona.

Biasanya, aktivitas memasak dimulai sebelum pukul 12.00 WIB. Sedangkan makanan akan disebarkan selepas pukl 15.00 WIB. Makanan siap saji itu disebarkan para pemuda dari Karang Taruna serta Gugus Tugas COVID-19 setempat ke rumah warga dan orang-orang membutuhkan lainnya di sekitar kawasan Tamansari.

Kegiatan dapur umum di kolong Jembatan Pasupati ini digagas Iwan Lumintang yang selama ini cukup aktif dalam kegiatan penyelamatan dan sosial di Bandung. Ia menggandeng beberapa pihak untuk mendirikan dapur umum tersebut, mulai dari koramil, kelurahan, kecamatan, Resimen Mahasiswa (Menwa), pendekar dari Perguruan Sabuk Putih, serta tentunya warga setempat.

"Dapur umum ini sudah ada sejak 3 Juni. Rencananya kita akan ada di sini selama lima sampai tujuh hari," kata Iwan kepada BeritaBaik.id.

Setelah itu, Iwan dan timnya rencananya akan meninggalkan lokasi untuk membangun dapur umum baru di tempat lain di Kota Bandung. Namun, dapur umum ini rencananya akan tetap ada untuk beberapa waktu ke depan.

Kehadiran Iwan dan rekan-rekannya di sana hanya sebagai pemantik semangat atau penggerak saja. Sehingga, setelah ia dan timnya pindah lokasi, warga setempat akan melanjutkan aktivitas dapur umum tersebut. "Apa yang kita lakukan ini sebagai pemantik atau penggerak saja," ujarnya.

Untuk bahan makanan dan segala keperluan dapur umum, Iwan mengumpulkannya secara urunan dan bantuan dari berbagai pihak. Semua itu dilakukan sebagai bentuk cinta kepada sesama, terutama yang terdampak pandemi COVID-19.

Bantuan yang datang pun mayoritas berasal dari jejaring pertemanan. Satu sama lain merasa tergerak untuk memberi bantuan. "Contohnya ada pengusaha helm, dia setiap hari ngirim bantuan ke sini berupa sayuran. Dia menyisihkan sebagian keuntungannya untuk disumbangkan ke sini," ucap Iwan.

Ketua RW 9 Kelurahan Tamansari Didin Zaenudin mengapresiasi kehadiran dapur umum tersebut. Warga di kawasan Tamansari menurutnya sangat terbantu dengan bantuan yang ada. Sebab, saat ini banyak warga di kawasan tersebut yang terdampak COVID-19, bahkan kehilangan mata pencaharian.

"Sangat membantu sekali. Di RW 9 sendiri ada 420 KK atau sekitar 1.800 jiwa, yang terdampak COVID-19 sesuai data ada sekitar 200-an warga," jelas Didin.

Ke depan, ia bersama berbagai pihak di kawasan setempat akan melanjutkan dapur umum. Apalagi, di sana terdapat lumbung pangan, khususnya di RW 9. Lumbung pangan ini adalah tempat dikumpulnya berbagai bantuan dari warga, terutama pangan, untuk membantu sesama warga terdampak COVID-19.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler