Semesta Tari, Latih Kreativitas Anak Sejak Dini

Bandung - TemanBaik, menari adalah salah satu pembelajaran seni yang tak asing di telinga. Namun di komunitas Semesta Tari, proses belajar menari untuk anak tak sekadar mengajarkan mereka meniru gerakan tari yang sudah ada saja.

Bertepatan dengan Hari Anak Internasional yang jatuh tiap tanggal 1 Juni, Beritabaik punya kesempatan untuk berbincang dengan pendiri komunitas Semesta Tari, Ratna Yulianti. Ia menjelaskan, Semesta Tari adalah komunitas tari yang menerapkan pembelajaran tari dengan pendekatan kreativitas anak dalam mengekspresikan diri melalui gerak.

“Hal yang kami utamakan adalah bagaimana  proses belajar tari yang mampu menumbuhkan kecerdasan anak. Sementara yang berlaku selama ini, proses pembelajaran tari khususnya untuk anak-anak selalu menggunakan metode peniruan,” ujar Ratna, Senin (1/6/2020).

Lebih lanjut lagi, wanita yang akrab disapa Bude Ratna ini menyebutkan, belajar bukan sekadar menanamkan pengetahuan, tetapi menumbuhkan potensi anak. Belajar adalah proses membentuk pengetahuan dan mengonstruksikan pemahaman.

Berdiri sejak tahun 2012, kegiatan komunitas ini awalnya berangkat dari sosialisasi dan penerapan materi belajar tari anak dengan pendekatan kreativitas. Metode ini diterapkan khususnya pada anak-anak TK dan kelompok bermain.

Setelah berjalan selama kurang lebih delapan tahun, saat ini aktivasi dan kegiatan reguler Semesta Tari pernah berlangsung di 11 titik, antara lain di TK Bukit Dago Bandung, Kelompok Bermain Ceria Bandung, TK Sandi Putra Bandung, TK Santa Melania Bandung, RA Nurul Huda Bandung, TK Aisyiah Bandung, RA Setiabudi Bandung, Sekolah Mutiara Bunda Bandung, Rumah Belajar Semipalar Bandung, Wonder Studio Bandung dan Nuart Sculpture Park Bandung. Namun saat ini kegiatan reguler tersebut hanya diterapkan di tiga titik saja, yaitu Rumah Belajar Semipalar Bandung, Wonder Studio Bandung dan Nuart Sculpture Park Bandung.

“Sejak tahun 2019, kami kekurangan banyak fasilitator.  Jadi untuk saat ini, kegiatan reguler kami terapkan di 3 titik dulu. Tapi untuk kegiatan yang temporer, kami sifatnya sangat terbuka. Justru lebih sering kegiayan yang bersifat temporer, yaitu berkolaborasi dengan komunitas, misalnya,” terang Ratna.

Kembangkan Tari Kreatif

Jika konsep belajar menari pada umumnya adalah meniru gerakan tari sesuai standar yang sudah ada, maka di Semesta Tari, anak-anak diberi kebebasan untuk mengkreasikan gerakan tari. Sederhananya, Ratna menyebut pembelajaran di Semesta Tari tidak berorientasi kepada hasil akhir yang berupa produk, namun menekankan pada proses belajar kreatif.

Mengenai hal ini, Ratna berpendapat bahwa hal positif yang dari aktivitas tari kreatif, punya andil besar terhadap perkembangan anak. Ia menyimpulkan bahwa belajar untuk anak-anak sepatutnya menggunakan pendekatan kreatif.

“Pada dasarnya anak-anak sudah mempunyai dorongan alamiah untuk melakukan gerakan-gerakan seperti tarian. Jadi kita memberikan stimulus dan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemampuan berekspresi secara spontan melalui geraknya,” jelas Ratna.

Nah, Semesta Tari punya tiga program belajar yaitu pembelajaran reguler, Sapa Semesta dan Lab Semesta. Pembelajaran reguler dilakukan di 3 tempat dan bersifat workshop. Jadwal workshop yang umum bisa kamu jumpai di Wonder Studio Jalan Geusan Ulun, Bandung, setiap hari Rabu jam 14.00 hingga 15.00 WIB dan di Nuart Sculpture Park di Jalan Setraduta Raya, Bandung, setiap hari Kamis pukil 15.00 hingga 16.00 WIB.

Adapun Sapa Semesta adalah kegiatan berbagi proses pengalaman tari kreatif dengan berbagai sekolah, komunitas dan pihak-pihak lain lintas disiplin ilmu. Beberapa acara tahunan yang pernah mereka gelar adalah Festival Anak Bertanya dan Festival Bandung Mendongeng. Sementara itu Lab Semesta adalah program terus belajar yang berupa kajian dan praktek yang menjadi bahan diskusi antar fasilitator dalam rangka pengembangan metode tari kreatif.

“Belajar menari untuk anak yang usia dini bukan semata-mata menguasai bentuk, tapi anak-anak belajar menari secara kreatif yang memberikan kontribusi positif dalam perkembangan anak,” jelas Ratna.

Pergerakan Seni

Walau terhalang pandemi korona, komunitas ini tetap aktif membuat program virtual, antara lain #SapaSemesta dan Kreasi Gerak Anak #DiRumahAja yang mengundang kesempatan anak-anak untuk mempresentasikan beragam kreasi selama di rumah.

“Saat ini, tim Semesta Tari sedang melakukan diskusi dan kajian mengenai materi pembelajaran virtual yang berkaitan dengan pembelajaran creative dance di masa pandemi. Rencananya, ini akan disosialisasikan lebih luas untuk guru-guru seni dan pihak-pihak lain yang relevan,” beber Ratna.

Bertepatan dengan momentum Hari Anak Sedunia, Ratna melalui Semesta Tari ingin mendukung dan berperan dan aktif mendukung gerakan sosial yang berpihak pada anak. Ia berpandangan bahwa anak harus dicukupi kebutuhan material dan spiritualnya guna tercapainya tumbuh kembang yang ideal.

“Kami akan terus konsisten dan berupaya untuk menjadi bagian dari isu-isu tersebut melalui program yang digulirkan,” jelasnya.

Ia juga berharap bisa membagi tulisan sederhana dan pengalaman dalam pembelajaran dan metode belajar tari kreatif yang telah dilakukan para fasilitator selama ini.

TemanBaik, yuk kita tanamkan pola berfikir kreatif untuk anak sejak usia dini. Praktiknya adalah dengan memberikan anak ruang berekspresi yang luas. Kita hanya perlu memberi rangsangan dan mengarahkan saja, selebihnya, biarkan anak tumbuh melepaskan ekspresinya. Selamat Hari Anak Internasional!


Foto: Dok. Semesta Tari

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler