Momen Hangat Para Perempuan Berbagi Rasa di 'Re-Heart'

Hangat, haru dan pecah! Begitu lah keseruan yang terekam di sepanjang acara 'Re-Heart Memeluk Jiwa Merangkai Asa' persembahan Komunitas Ibu Muda Indonesia (KIMI) pada perayaan anniversary yang kelima. Suka cita, canda hingga tangis haru dalam acara ini menjadi kado ulang tahun paling manis.

Pada perhelatan kali ini, KIMI berkolaborasi dengan beritabaik.id. Acara ini digelar di Maja Terusan Sersan Bajuri No 72, Cihideung, Bandung Barat.

Mereka menamai acara ini sebagai persembahan ruang rasa untuk jiwa, sebuah pertemuan buat para perempuan yang sedang butuh dikuatkan, disadarkan, dan diisi dengan asupan cinta dan semangat.

Selain melibatkan puluhan Bebo - bebo KIMI, demikian sapaan para anggota KIMI, acara ini juga kian bermakna dengan hadirnya sederet sosok-sosok perempuan hebat. Mereka adalah Founder beritabaik.id, Avitia Nurmatari, ilustrator dan penulis 'Happiness is Homemade', Puty Puar, Mindfulness and Conscious Living Influencer, Astri Puji Lestari dan bintang tamu spesial, Sophie Navita yang dikenal sebagai host, presenter, MC dan penulis buku 'Hati yang Gembira Adalah Obat'.

Pada sesi talkshow, Founder beritabaik.id, Avie tak luput berbagi kisah. Ia bercerita bagaimana perjuangannya sebagai single parent membangun self awareness di tengah perannya sebagai jurnalis di sebuah media online ternama, hingga akhirnya berhasil merintis bendera sendiri, beritabaik.id.

"Saya menjalani proses healing dan self love dengan terjun ke dunia sosial. Sebagai single parent saya harus selalu pulang tanpa kesedihan, karena ada anak yang harus dikuatkan. Jadi saat sedih, saya alihkan dengan kesibukan mengajar menari dan menyanyi di komunitas Rumah Bintang atau sekadar melakukan wisata hati, jalan sendiri di malam hari sambil membagikan nasi buat mereka yang ada di jalan," ujar Avie.

Sementara Puty Puar, turut mengisahkan tentang perjalanannya sebagai ilustrator dan konten kreator media sosial. Selepas resign sebagai ahli geologi di sebuah perusahaan minyak di Kalimantan, ia memang menemukan dirinya seutuhnya saat memilih dunia ilustrator demi mewujudkan hobi dan talenta yang dimilikinya sejak kecil.

"Saya lulusan Geologi ITB yang bekerja di perusahaan minyak karena ayah saya juga bekerja di bidang yang sama. Sampai suatu ketika saya lebih memilih aktivitas menggambar sebagai bentuk self love. Mencintai diri sendiri, bagi saya menjadi proses bagaimana kita mengenali kelebihan dan kekurangan kita," papar Puty.

Astri Puji Lestari yang akrab disapa Atit, tak ketinggalan berbagi rasa tentang prosesnya mengenal diri. Sebelum menikah, Atit mengaku punya banyak energi untuk berpetualang hati.

Kerap melabuhkan rasa, Atit pun mulai menyadari ia terlalu banyak mencintai orang lain, sementara dirinya banyak terabaikan. Nah, lewat perjalanan ini pula, arsitek berusia 31 tahun ini mulai mempelajari Mindfulness and Conscious Living.

"Goals dari self awareness, aku ingin hidup secara sadar, aku ingin bahagia dengan kebutuhan sederhana. Jadi finding your self atau mencari dirimu sendiri adalah proses awal untuk mencintai orang lain secara sadar," ungkap Atit.

Tiba lah pada sesi berbagi rasa dan cerita dengan guest star Sophie Navita. Bermula dari cerita kesuksesannya sebagai host dan presenter hits di Jakarta, Sophie mengurai cerita barunya setelah ia berpindah ke Pulau Bali.

Genap 4 tahun ia meninggalkan gemerlapnya dunia selebritas dan limpahan materi. Tepat di usianya ke-40 ia lebih memilih tinggal di Pulau Dewata untuk lebih menenangkan hati, sembari menjalani perannya kembali sebagai ibu dan istri dari Pongki Bharata.

"Aku menyebutnya musim hidup. Suatu hari Tuhan membimbing hati untuk berpindah ke Bali karena aku merasa enggak cocok lagi tinggal di Jakarta. Padahal saat itu karierku tengah gemilang dan pundi pundiku juga melimpah. Tapi ibarat pohon yang ditanam di pot, ya pasti tumbuhnya kerdil, sehingga waktu itu aku dan keluarga memutuskan pindah ke Bali," cerita Sophie.

Versi menemukan cinta dan ketenangan batin dari Sophie, tak kalah berlikunya. Ia pun sedikit membedah isi bukunya 'Hatinyang Gembira Adalah Obat' kepada para bebo yang hadir di Re-Heart.

Di akhir acara, Asri Fitriasari, pendiri Komunitas Ibu Muda Indonesia (KIMI) mengakhiri event seru itu dengan sesi Beri Nafas dan Menulis Surat Untuk Jiwa sambil diiringi beberapa lagu yang syahdu dan menyemangti jiwa. Tak lupa Bupon juga mengajak para Bebo untuk flashmob bersama dan berbagi peluk.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler