Sambutan Unik Warga Adat Papua saat Disinggahi Api PON XX

Merauke - Api abadi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua sudah dibawa menjelajah sejumlah wilayah di Papua sejak Senin (27/9/2021). Saat tiba di Kota Merauke, Kamis (30/9/2021) pagi waktu setempat, pemandangan unik tersaji.

Di sini, kedatangan api PON XX di Bandara Mopah Merauke disambut puluhan masyarakat adat Marind. Begitu api PON XX tiba, mereka membunyikan kandara, alat musik tradisional khas setempat yang dibunyikan dengan cara dipukul.

Selain itu, tarian adat juga ditampilkan, yakni tarian dari daerah Kimaam. Mereka memakai atribut hiasan bungan anggin berbagai corak, topi dengan balutan bulu burung kasuari, dan janur kuning yang diikat di pinggang.

Leo, perwakilan masyarakat adat setempat, menyampaikan antusiasmenya menyambut kedatangan api PON dan pelaksanaan PON secara keseluruhan di Tanah Papua. Sehingga, sambutan spesial sengaja diberikan sebagai bentuk dukungan mereka.

"Kami sebagai masyarakat asli Papua sangat senang karena terlibat dalam menyukseskan PON Papua Klaster Merauke dengan menjemput Api PON," ujar Leo di laman resmi PON XX/2021 Papua, Kamis (30/09).

Sebagai warga asli Papua, ia berharap penyelenggaraan PON, terutama di Merauke, bisa berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Harapan besar lainnya, Papua yang dipercaya sebagai tuan rumah juga diharapkan meraih medali emas terbanyak.

Ketua Sanggar Seni Palapa, Fransiskus Kapisa, mengutarakan anggota sanggar Palapa berasal dari anak-anak asli Papua dari berbagai sekolah di Merauke. Mereka sengaja tampil menyambut kedatangan api PON karena kecintaan dan kebanggaan terhadap Papua yang jadi tuan rumah PON.

Baca Ini Juga Yuk: Lukas Enembe, Stadion Termegah Kedua di Indonesia

Ia pun berharap nilai PON akan meninggalkan kesan baik dan membawa banyak dampak positif bagi kemajuan daerah Papua, terutama peningkatan pendapatan masyarakat di bidang UMKM dan bidang lainnya.

"Yang tidak kalah penting, setiap sanggar harus dihidupkan dan mendapat perhatian dari pemerintah," tutur Kapisa.

Enjelina, anggota Sanggar Palapa sekaligus siswi SMA St. Yohanes Don Bosco yang dilibatkan dalam tarian, mengungkap rasa bangga karena penyelenggaraan turut melibatkan generasi muda. Ia bersama rekan-rekannya menyambut Api PON di titik ke-16 atau titik terakhir Api memasuki Halaman Kantor Bupati.

"Saya harap dalam promosi PON ini, Papua bisa lebih maju dan kedepannya lebih baik lagi," tutur Enjelina.

Sebagai anak Papua, harapan besar juga dimiliki Enjelina. Ia bermimpi bisa melihat kontingen Papua keluar jadi juara umum pada perhelatan PON kali ini. "Semoga Papua menang, karena Papua Torang Bisa," ucapnya.

Foto: PON XX Papua/G. Saga Keo

Libatkan 214 Pelari
Api PON yang tiba di Merauke ini dibawah dari Bandara Wamena di Kabupaten Jayawijaya menggunakan pesawat jenis ATR 42 PK- YSP milik meskapai penerbangan Trigana Air.

Prosesi penyambutan dilakukan secara adat dan disambut langsung Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke Frederikus Wanim Mahuze di area parkir VIP Bandara Mopah. Lalu dilanjutkan penyalaan dan penyerahan obor Api PON kepada Ketua Harian Sub PB PON Merauke Elianor Dumatubun.

Obor Api PON kemudian diserahkan kepada atlet legendaris tenis meja Indonesia, Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechbubakar dan tim inti. Selanjutnya, api PON dibawa kirab keliling Kota Merauke dengan rute sejauh 10 kilometer dan melibatkan 214 pelari.

Kordinator Bidang Upacara Sub PB PON XX Kabupaten Merauke Sony Betaubun mengatakan Api PON XX dikirabkan dari Bandara Mopah keliling Kota Merauke dan berakhir di kantor Bupati. Api disemayamkan di sana hingga Jumat (1/10/2021) pagi untuk diterbangkan ke Kabupaten Jayapura.

Tim inti Kirab Api PON Merauke melewati tujuh titik cek poin, yakni KPP Pratama Merauke, Perpustakaan Daerah Merauke, Hotel ITESE, KFC, Tugu Pepera, Toko Sinar Jaya dan SBM Mart.

"Ada 60 orang yang bergantian membawa api obor higga ke kantor Bupati Merauke. Sepanjang rute kirab ada 16 dari perwakilan suku-suku di Papua yang tampil membawakan tarian khas mereka,” ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Madu hingga Noken Jadi Kandidat Pernak-pernik PON XX

Untuk memeriahkan agenda Kirab Api PON, panitia setempat juga menggelar pentas seni-budaya dan UMKM. Terbayang kan kemeriahannya?

Api abadi PON XX Papua sendiri diambil di Maladuk, Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Lokasinya di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Lapangan Klamono PT. Pertamina EP. Cepu Regional 4 Zona 14 Field Papua.

Kirab Api PON XX Papua dilepas dari Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin pagi (27/9/2021) oleh tim terbang mengelilingi lima wilayah adat di Papua selama enam hari berturut-turut (27 September hingga 2 Oktober 2021). Dimulai dari Biak (Saireri), Timika (Mee Pago), Wamena (La Pago), Merauke (Ha Anim), Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura (Mamta/Tabi), serta berakhir di Lukas Enembe Stadium.


Foto: PON XX Papua/Hans Bisay


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler