Bangkit Bersama Hadapi Pandemi ala Relawan COVID-19

Bandung - TemanBaik, pandemi tentu tidak mudah bagi seluruh manusia di dunia, termasuk kita, masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Akativitas yang dibatasi hingga berita duka datang silih berganti.

Namun, sebenarnya kita punya hak memilih cara menghadapi pandemi kok. Apakah akan dihadapi dengan kebaikan atau terus menghabiskan waktu dengan keluhan.

Menghadapi pandemi dengan melakukan kebaikan juga bisa dilakukan dalam berbagai bidang loh, TemanBaik. Tidak hanya para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan menangani pasien COVID-19, tapi siapa saja bisa ikut andil.

Seperti cerita tiga relawan COVID-19 yang tersaji dalam 'Relung Bersama' yang digagas jaringan publik #MenangBersama. #MenangBersama ini merupakan gerakan kepedulian di tengah pandemi untuk menjadi wadah bagi masyarakat bergerak dan menang bersama melawan COVID-19.

Ketiga relawan itu berangkat dari latar belakang berbeda dan membantu dengan cara yang berbeda pula, sesuai dengan minat dan kemampuannya masing-masing. Penasaran bagaimana ceritanya?

Baca Ini Juga Yuk: Meringankan Beban Sesama Lewat #BagasiBeras

Dari Musisi Jadi Relawan
Cerita pertama datang dari Aldi Ferdiana yang sejak April lalu menjadi relawan Jabar Quick Response (JQR), organisasi yang dibentuk untuk menangani masalah sosial dan kemanusiaan di Jawa Barat.

Aldi adalah musisi yang aktif sejak 1997. Selain itu, ia juga aktif bekerja di dunia distro, mengingat Bandung adalah salah satu kota dengan industri fesyen cukup merajalela. Namun, pandemi membuat sektor industri tersebut ikut terdampak, termasuk yang dijalani Aldi.

"Saya enggak sengaja lihat aktivitas teman yang melakukan aktivitas gugus COVID-19 di GOR Saparua. Terus saya iseng main ke sana. Saya bilang ke salah satu koodinatornya mau kerja di sana. Jadilah relawan sampai sekarang," cerita Aldi.

Selama menjadi relawan, Aldi merasakan banyak kesedihan. Namun, disisi lain, ia bersyukur bisa mengetahui warga Jawa Barat yang butuh dibantu, termasuk dalam memberi informasi serta menolong warga terdampak COVID-19.

"Bahkan, beberapa minggu ke belakang, kami sempat dapat aduan dari RS Hasan Sadikin (Bandung) kalau ada 34 jenazah yang belum dimakamkan. Alhamdulillah, kami bisa bantu untuk memakamkan di TPU (Khusus COVID-19) Cikadut," tambah Aldi.

Menjadi relawan JQR juga membuat Aldi banyak berinteraksi dan terlibat dengan masyarakat dari berbagai daerah. Apalagi, setiap wilayah di Jawa Barat yang akan dibantu akan melibatkan relawan dari daerah tersebut.

Relawan Kesehatan Mental Pandemi Covid-19
Bicara pandemi, tentu dampaknya sangat luas. Tak hanya berpengaruh pada sektor kesehatan fisik hingga ekonomi, tapi juga kesehatan mental. Seseorang bisa merasa kesepian, cemas, bahkan ketakutan menghadapi situasi saat ini.

Fokus terhadap kesehatan mental pasien isolasi mandiri (isoman), penyintas, para tenaga kesehatan hingga keluarganya ini dilakukan Nando Kamilina dan GanaraArt. Ia menggelar berbagai kelas kreatif untuk menghibur dan menemani mereka yang membutuhkan.

"Ganara Art memberikan layanan kelas kreatif. Kami mengoordinator relawan. Ada yang sudah profesional, ada yang dari masyarakat awam. Ini bisa jadi alternatif kegiatan relawan yang enggak perlu terjun langsung ke lapangan, jadi bergerak secara digital," jelas Nando.

Bahkan, relawan yang terlibat dari seluruh Indonesia loh. Menurut Nando, hingga kini ada 70 relawan terpilih dari berbagai rangkaian seleksi. Para relawan itu bisa mengisi berbagai kelas sesuai keinginan dan waktu luang mereka.

Nando berharap kegiatan yang dilakukannya bisa membantu mereka yang membutuhkan, termasuk anak-anak. Sehingga, mereka bisa bersenang-senang dan banyak belajar hal baru sambil menghadapi pandemi.

"Kelas kami juga bukan art aja, tapi ada olah tubuh seperti yoga, meditasi, dan menari. Jadi, enggak cuma seni rupa. Kalau teman-teman mau ikut, silakan bergabung. Terbuka, tidak dipungut biaya," tambah Nando.

Baca Ini Juga Yuk: Sekotak Nasi Gratis hingga Doa Tulus yang Menyertai

Relawan Vaksinasi di Penjuru Indonesia
Masih tentang perjuangan relawan COVID-19, rasanya kurang afdal jika tidak membahas cerita dari relawan yang terlibat kegiatan vaksinasi. Vaksinasi sendiri saat ini terus digencarkan. Tujuannya agar herd immunity alias kekebalan kelompok bisa segera tercipta untuk mengakhiri pandemi.

Riana Imas, relawan nakes vaksinasi Polri YTBN Jayapura, berbagi cerita. Sejak Agustus ini, Riana terverifikasi resmi menjadi relawan vaksinasi dan bertugas di Jayapura, Papua. Bagi Riana, menjadi relawan vaksinasi di Jayapura memiliki tantangan tersendiri.

"Satu kelompok relawan ada 11 orang. Kemarin di hari pertama vaksinasi, hanya 117 masyarakat yang datang, padahal targetnya 200. Di hari kedua, ada kunjungan Kapolri dan bingkisan dari Presiden, tiba-tiba antusias warga naik. Lebih dari 1.000 orang yang mau divaksin," cerita Riana.

Sebagai relawan, ia merasa senang saat melihat warga Jayapura antusias mengikuti vaksinasi. Meski lonjakan antusiasme warga membuatnya dan teman-teman relawan lain kewalahan, hal itu bukan masalah.

"Kami banyak melakukan strategi agar masyarakat Jayapura mau divaksin. Seperti mengatakan akan tidak mudah terpapar COVID-19 jika vaksin, hingga membuat status di grup Papua soal vaksinasi gratis. Alhamdulillah, di sini banyak yang minat," tambah Riana.

Ia pun berharap antusiasme warga Jayapura mengikuti vaksinasi terus meningkat. Ini merupakan salah satu cara agar kondisi segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas.

"Kan kalau terjadi penurunan kasus COVID-19, kita semua turut senang," tutup Riana Imas.

Aldi, Nando, dan Riana hanyalah tiga dari banyaknya relawan yang turut andil dalam gerakan kebaikan di tengah pandemi di Indonesia. Kamu pun bisa berkontribusi dengan melakukan beragam kebaikan dengan cara sendiri.

Semakin banyak orang bergerak, tentu akan semakin baik. Yuk bangkit dan bergerak bersama menghadapi pandemi COVID-19 ini, TemanBaik!


Foto: Ilustrasi Unsplash/Tim Marshall


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler