Uniknya Cara Pemkab Purwakarta Dorong Pelajar Jadi Peternak

Purwakarta - Pemkab Purwakarta di Jawa Barat memiliki cukup banyak program unik nih TemanBaik. Salah satunya program Budak Angon yang sudah dijalankan sejak 2015. Seperti apa ya program ini? Simak ulasannya yuk!

Program Budak Angon adalah program pemberian hewan ternak bagi para siswa. Hewan yang diberikan adalah domba keturunan domba Garut. Dengan cara itu, siswa diharapkan memiliki kecintaan tersendiri terhadap dunia peternakan.

Sebab, peternakan menjadi salah satu potensi usaha yang cukup menjanjikan di Purwakarta. Pemilihan domba sebagai hewan peliharaan siswa pun berdasarkan pertimbangan bahwa Purwakarta sangat beken dengan sajian kuliner sate Maranggi.

"Kita pilih domba, kan Purwakarta wisata kuliner (yang terkenal) sate Maranggi. Jadi bahan bakunya dari kita (peternak Purwakarta), termasuk salah satunya dari domba yang diternak oleh siswa," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id, Selasa (29/10/2019).

Melalui program Budak Angon, siswa yang mendapatkan domba dilatih untuk bertanggung jawab. Sebab, mereka harus berusaha agar domba yang dipeliharanya terawat dengan baik. Lewat program itu, siswa juga akan punya pengalaman bagaimana cara berternak yang benar. Apalagi, sisi positif lainnya, hasil dari ternaknya bisa menghasilkan uang.


"Anak-anak pulang sekolah semangat ada kegiatan. Pulangnya mereka memberikan makan ternaknya. Ternyata menghasilkan secara ekonomi, mereka jadi punya tabungan," ungkap Anne.

Tak cukup sampai di situ, siswa yang mengikuti program Budak Angon juga berhak mendapat nilai akademis dari pihak sekolah. Sebab, sudah ada kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Dinas Peternakan.

Tapi, program Budak Angon saat ini masih terbatas. Sebab, ada keterbatasan anggaran untuk membagikan domba bagi siswa. Pada 2015 lalu, tercatat ada 26 siswa yang mendapatkan sepasang domba. Artinya, ada 52 ekor domba yang dibagikan.

Sejauh ini, domba-domba yang ada pun sudah banyak yang menghasilkan keturunan. Sehingga, domba yang ada bisa memberi nilai ekonomi dan terus dikembangkan siswa.

"Kita berikan dombanya kepada siswa terpilih pada 2015 dan satu tahun kemudian setelahnya dievaluasi ternyata dombanya sudah beranak," jelas Kasi Perbibitan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta Intan Riyani.


Foto: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (dokumentasi Diskominfo Kabupaten Purwakarta)

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler