Kemenperin Bikin Platform Khusus untuk Pelaku Industri Fesyen

Bandung - Kementerian Perindustrian akan membuat platform yang menghubungkan ekosistem industri fesyen yang terdiri dari suplier bahan baku, desainer, penjahit, dan industri fesyen. Platform ini diberi nama Fitting Room.

Direktur Industri Kecil Jenderal Industri Kecil, Menengah (IKM), Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kemenperin Ratna Utarianingrum mengatakan platform yang bakal mulai digarap tahun ini dijadikan sebagai salah satu wujud penerapan digitalisasi sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Selain mengintegrasikan supply chain industri fesyen, melalui platform ini kami juga akan memberikan kemudahan kepada konsumen dalam membeli produk fesyen sesuai dengan ukuran tubuhnya, tanpa harus datang kepada penjahit," ujarnya.

Sebelumnya proyek percontohan ini bakal diuji coba terlebih dahulu kepada IKM fesyen di Jawa Barat. Sehingga saat nanti resmi diluncurkan, IKM fesyen di kota-kota lainnya dapat mengimplementasikannya dengan baik.

Kemenperin juga mencatat jika Indonesia telah berhasil mengeskpor produk fesyen yang nilainya mencapai USD14,29 miliar pada tahun 2018 lalu. Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wirabawaningsih menjelaskan jika pemerintah menyadari produk IKM Indonesia memiliki pasar yang kian hari kian meningkat. Oleh akrena itu, para penggiat IKM dirasa jadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang bisa bertahan dari krisis ekonomi global.

"Untuk itu, Kemenperin terus berupaya untuk mengembangkan IKM melalui program khusus, antara lain peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standarisasi, fasilitasi mesin, serta promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri," bebernya.

Gati juga menambahkan untuk meningkatkan akses pasar bagi para pelaku IKM, Kemenperin menghadirkan program e-Smart IKM yang bekerja sama dengan beberapa marketplace.

"Program ini dirasa bisa jadi salah satu jalan untuk mendorong para pelaku IKM agar bisa mengjangkau pasar yang lebih luas lagi, khususnya konsumen di berbagai daerah," tandasnya.


Foto: kemenperin.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler