7 Buku Bacaan Kartini yang Memengaruhi Cara Pikirnya

Bandung - Raden Adjeng Kartini atau disapa Kartini adalah tokoh perempuan Indonesia yang lahir di Jepara, 21 April 1879. Ia dikenal sebagai sosok perempuan Indonesia dengan pemikiran terbuka dan penggagas emansipasi perempuan. Kira-kira, buku apa saja ya yang Kartini baca? Supaya TemanBaik enggak penasaran, berikut BeritaBaik sajikan buku-buku yang dibaca Kartini dan memengaruhi cara pemikirannya.

Max Havelaar Karya Eduard Douwes Dekker
Max Hevelaar adalah buku yang ditulis Eduard Douwes Dekker, buku ini terbit pertama kali pada 15 Mei 1860 di Amsterdam, Belanda. Max Havelaar memang bukan karya biasa. Novel ini menggegerkan karena menghamparkan kenyataan pahit kehidupan masyarakat Lebak di bawah cengkeraman kolonialisme dan feodalisme. Sebagai mantan asisten residen di Lebak, Douwes Dekker dianggap cakap memotret kondisi penduduk pribumi tertindas.

Hilda van Suylenburg Karya Mevrouw Goekoop-De Jong
Hilda van Suylenburg adalah buku karya seorang feminis bernama Mevrouw Goekoop-De Jong yang terbit pada tahun 1897. Lewat kutipan dari surat Kartini pada 25 Mei 1899, ia mengaku senang dengan buku tersebut, bahkan telah membacanya sebanyak tiga kali. 

Indruken van een Totok Karya Justus van Maurik
Indruken van een Totok adalah buku karya Justus van Maurik. Van Maurik sendiri adalah pengusaha pembuat rokok sekaligus penulis di Amsterdam. Dalam buku catatan tersebut, ditulis kesan tentang setiap tempat yang dia singgahi di Indonesia di abad lampau. 

Moderne Vrouwen Karya jeanette van Riemsdijk
Moderne Vrouwen (1896) adalah buku karya Jeanette van Riemsdijk dari Bahasa Perancis. Buku terjemahan ini diceritakan Kartini dalam surat untuk Stella Zeehandelaar tanggal 12 Januari 1900. 

Moderne Maagden Karya Prancis Marcel Prévos
Lalu ada juga buku Moderne Maagden terjemahan dari Les Demi-Vierges karya penulis Prancis Marcel Prévos. Buku ini diceritakan oleh Kartini dalam suratnya untuk Estelle Zeehandelaar tanggal 9 Januari 1901.

Het Jongetje Karya Borel
Buku lainnya adalah karya Henri Ferdinand Borel, Het Jongetje (1898), Droom uit Tosari, De Laatste Incarnatie (1901) yang diceritakan dalam surat untuk Tuan dan Nyonya Prof. Dr. G.K. Anton di Jena tanggal 10 Juni 1901.

De Wapens Neergelegd Karya B.V. Suttner
Selain membaca tentang buku-buku emansipasi wanita, Kartini juga mempelajari buku De Wapens Neergelegd karya B.V. Suttner. Buku yang terbit tahun 1899 ini menceritakan perjuangan untuk memenangkan perdamaian sosial dan perdamaian dunia. 

Foto: Wikipedia
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler