Ini 8 Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Bandung - Terdiri dari banyak pulau membuat Indonesia juga punya banyak Bahasa Daerah loh TemanBaik. Berdasarkan data terakhir Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan disebutkan Indonesia memiliki 652 bahasa daerah.

Namun pengguna bahasa daerah ini makin sedikit karena jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Sehingga bahasa-bahasa daerah ini makin langka loh. Namun ada juga bahasa daerah yang masih populer digunakan.

Beritabaik.id merangkum bahasa daerah yang paling banyak penggunanya di Indonesia. Apa saja?

1. Bahasa Jawa
Bahasa Jawa masih banyak dipakai oleh sebagian besar masyarakat di Jawa bagian tengah dan timur. Bahkan di luar negeri pun juga terdapat penutur-penutur Bahasa Jawa, di antaranya Suriname, Kaledonia Baru, Malaysia, dan Singapura.

Bahasa Jawa memiliki beberapa tingkatan, seperti Ngoko, Madya, dan Krama. Bahasa Jawa juga punya beberapa dialek, di antaranya dialek Banten, Banyumas, Blora, Brebes, Bumiayu, Cirebon, Kedu, Madiun, Malang, Pantura Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati), Pantura Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro) Pekalongan, Semarang, Serang, Surabaya, Surakarta, Suriname, dan Tegal.

2. Bahasa Sunda
Bahasa Sunda banyak dituturkan oleh masyarakat pulai Jawa bagian barat. Tak hanya mereka yang masih tinggal di Jawa bagian Barat tapi juga oleh warga Sunda yang telah migrasi ke tempat lain. Sama dengan Bahasa Jawa, Bahasa Sunda juga memiliki beberapa dialek di antaranya dialek barat (Banten Selatan), dialek utara (Bogor, dan sekitarnya), dialek selatan/dialek Priangan (Bandung dan sekitarnya, dialek tengah timur (Majalengka dan sekitarnya), dialek timur laut (Kuningan dan sekitarnya), dialek tenggara (Ciamis dan sekitarnya).

Baca Ini Juga Yuk: Makna Hari Bahasa Ibu dan Tip Berbahasa untuk Anak-anak

3. Bahasa Madura
Dugunakan oleh masyarakat di pulau Madura dan kawasan pantai utara Jawa Timur (Probolinggo dan sekitarnya). Bahasa Madura juga banyak dituturkan di Surabaya dan sekitarnya, Malang dan sekitarnya, kepulauan Masalembo, hingga Kalimantan.

Bahasa Madura banyak terpengaruh oleh bahasa Jawa, Melayu, Bugis, Tionghoa, dan sebagainya. Banyak pula kata-kata dari bahasa ini yang berakar pada bahasa Melayu, bahkan sampai bahasa Minangkabau.

4. Bahasa Minangkabau
Bahasa Minangkabau dituturkan oleh masyarakat di Provinsi Sumatera Barat, bagian barat Riau, dan Negeri Sembilan, Malaysia. Selain itu juga terdapat di berbagai daerah, karena orang Minangkabau banyak yang merantau ke luar daerahnya.

5. Bahasa Musi
Bahasa Musi adalah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di sepanjang hulu dan hilir sungai Musi, Provinsi Sumatera Selatan. Bahasa Musi juga dikenal sebagai bahasa Sekayu dan bahasa Palembang.

6. Bahasa Bugis
Bahasa Bugis adalah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di Sulawesi Selatan. Selain itu, bahasa ini juga dituturkan di daerah lain di antaranya provinsi di sulawesi selain Sulawesi Selatan, Kalimantan, Maluku, Papua, Sumatera, dan juga di Sabah, Malaysia.

7. Bahasa Banjar
Bahasa Banjar adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan. Bahasa ini juga dituturkan di daerah lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Di luar negeri, bahasa Banjar juga dituturkan oleh suku Banjar di Malaysia. Bahasa ini banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa, dan Dayak.

8. Bahasa Aceh
Bahasa Aceh adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Aceh yang terdapat di pesisir, sebagian pedalaman, dan sebagian kepulauan Aceh. Bahasa ini dituturkan di Provinsi Aceh kecuali 3 kecamatan di Aceh Timur yang menggunakan bahasa Gayo, dan 1 kecamatan di Aceh Barat Daya yang menggunakan bahasa Kluet.

9. Bahasa Bali
Bahasa Bali adalah bahasa yang dituturkan oleh Masyarakat di pulau Bali, Lombok bagian barat, dan sedikit ujung timur pulau Jawa. Di Lombok, bahasa Bali dituturkan terutama di sekitar kota Mataram, sedangkan di pulau Jawa dituturkan di beberapa desa di Banyuwangi.

10. Bahasa Betawi
Bahasa Betawi adalah bahasa yang dituturkan oleh orang Betawi di daerah Jakarta. Bahasa ini merupakan anak dari bahasa Melayu. Bahasa Betawi merupakan bahasa kreol (percampuran) yang didasarkan pada bahasa Melayu Pasar ditambah unsur bahasa Sunda, Jawa, Bali, Tiongkok bagian Selatan (terutama Hokkian), Arab, dan Eropa (terutama Belanda dan Portugis). Tidak ada struktur baku dalam bahasa ini yang membedakan dengan bahasa Melayu, karena bahasa ini berkembang secara alami.


Foto ilustrasi: Unsplash.com



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler