Gubernur Jatim Khofifah Kampanyekan Sungai Bebas Sampah Popok

Surabaya - Pasangan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak telah resmi dilantik pada Rabu, (14/02/20190 lalu. Mengawali masa jabatannya sebagai gubernur, Khofifah melakukan bersih-bersih sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas mulai dari Pintu Air Rolak, Gunung Sari, hingga Karangpilang Surabaya.

Aksi bersih-bersih ini rupanya termasuk ke dalam program Nawa Bhakti Satya atau 99 hari Kerja Gubernur Jatim. Dalam aksinya, Khofifah mengaku terkejut ketika menemukan banyak sekali tumpukan sampah, terutama bekas popok bayi. “Ini berat loh popoknya, apalagi sudah tercampur dengan plastik dan air, kalau dibiarkan menumpuk bisa merusak ekosistem sungai. Kebersihan sungai harusnya menjadi tanggung jawab semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah,” ujarnya.

Melalui akun Instagram-nya, Khofifah mengunggah foto saat melakukan kegiatan bersih-bersih sungai. Cukup bayang-bayang kelam dan kenangan pahit masa lalu tentang mantan yang dibuang ke Sungai Brantas. Jangan popok, botol plastik, kasur, sofa, dan sampah rumah tangga lainnya. karena hanya akan mencemari sumber air minum, merusak ekologi, dan keanekaragaman hayati disana. Kamu tidak ingin Jawa Timur banjir atau ikan endemik seperti Bader, Rengkik, Kething, Jendil, Montho, dll punah kan?,” tulisnya di akun Instagram miliknya @khofifah.ip.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Perjalanan Emil Dardak Sebelum Jadi Wakil Gubernur Jatim

Khofifah menambahkan bahwa ia bersama Emil sepakat untuk turun setiap minggu, entah itu secara bersamaan di satu tempat maupun di lain wilayah untuk bersih-bersih bersama masyarakat. “Kita ingin ciptakan sungai yang indah, bening, bisa dinikmati siapa saja, dan habitat disana bisa hidup dengan baik. Nanti akan kami sediakan dropbox atau kontainer khusus untuk menampung sampah popok yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masing-masing kabupaten atau kota,” tambahnya.

Agar Sungai Brantas bebas sampah popok, nantinya akan ada 45 komunitas relawan sungai yang tergabung dalam komunitas Jogo Kali. Satrijo Wiweko, salah satu pegiat lingkungan dari komunitas Sahabat Lingkungan mengatakan bahwa ia sangat mendukung usaha Bu Khofifah dan Pak Emil untuk program reduksi sampah di Sungai Brantas ini. “Kami akan tergabung dalam relawan Jogo Kali untuk turut serta merealisasikan program tersebut. Sungai itu bukan tempat sampah, jadi kita harus sama-sama menjaganya agar tetap bersih,” ungkapnya.

Untuk menindaklanjuti program ini, Khofifah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberi bantuan apabila diperlukan alat berat untuk pengerukan tumpukan sampah. “Apabila diperlukan pengerukan, maka nanti akan kami petakan daerah mana saja yang akan dikeruk untuk ditanggung biayanya dengan Pemprov Jatim, karena harus ada alat-alat berat, itu besar biayanya,” ujarnya.

Siap Laksanakan Berbagai Program

Selain itu, regulasi untuk industri-industri yang berdiri di sekitar Sungai Brantas juga akan dikaji ulang agar nantinya tidak mencemari dan merusak ekosistem sungai.

Adapun hal ini juga termasuk ke dalam program clean industry. Program clean industry sendiri merupakan salah satu misi Khofifah-Emil yang dituangkan dalam “9 Nawa Bhakti Satya”. Dalam salah satu poin, yakni “Bhakti Harmoni”, Khofifah-Emil menyebut bahwa keduanya siap menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup.

Di samping itu, Khofifah juga akan melibatkan institusi pendidikan dalam perwujudan program ini. Nantinya relawan Jogo Kali akan berdiri di garis depan dalam usaha meningkatkan kualitas kebersihan sungai di Jawa Timur. 

Baca Ini Juga Yuk: Menyusuri Jejak Sejarah Surabaya di Kampung Lawas Maspati

Khofifah juga mengungkapkan bahwa ia akan bertemu dengan forum rektor di beberapa universitas di Jawa Timur, agar mereka mau untuk turut ikut serta menjaga kebersihan sungai.

Salah satunya dengan melibatkan mahasiswa dalam program-program berbasis lingkungan, misalnya dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tentang edukasi sungai. Yang mana mahasiswa bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang ekologi sungai. Nantinya, mahasiswa-mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberi edukasi tentang kebersihan sungai kepada masyarakat.


Foto: Instagram @khofifah.ip

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler