Hal-hal yang Harus Diperhatikan PNS Saat Pemilu

Bandung - Aparatur sipil negara (ASN) atau dulu disebut pegawai negeri sipil (PNS) harus bersikap netral selama rangkaian Pemilu 2019, baik terkait pemilu legislatif maupun presiden/wakil presiden. Hal itu sudah diatur dalam berbagai peraturan dan undang-undang. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar Abdullah Dahlan memberi gambaran hal yang tidak boleh dilakukan ASN. Apa saja?

"Batasan ASN dalam pemilu itu, satu, tidak terlibat dalam tim pemenangan," kata Abdullah di Kota Bandung, Kamis (20/12/2018).

Kedua, ASN tidak boleh mengeluarkan kebijakan atau melakukan sesuatu yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu. "Ketiga, ASN secara personal tidak boleh menunjukkan sikap politik secara terbuka," ucapnya.

Sikap politik terbuka itu di antaranya menggunakan baju peserta pemilu dan memperlihatkan simbol jari yang menandakan salah satu peserta pemilu. Misalnya, mengunggah foto sambil menunjukkan satu atau dua jari ke media sosial.

"Menyikapi status (media sosial) peserta pemilu saja dilarang," tegasnya.


Untuk mengawasi media sosial, Abdullah mengatakan Bawaslu RI memiliki tim khusus bekerjasama dengan Polri. Sehingga, para ASN tidak akan bisa leluasa kampanye di media sosial, termasuk berkomentar di media sosial.

Bukan hanya untuk ASN berpangkat tinggi, aturan itu berlaku untuk ASN di semua tingkatan, termasuk kepala desa dan perangkat desa. "Ada konsekuensi pidana jika mereka melanggar," tegas Abdullah.

Konsekuensi lainnya adalah pelanggaran disiplin kepegawaian. Jika terbukti melanggar disiplin kepegawaian yang berkaitan dengan pemilu, Bawaslu nantinya akan memberikan rekomendasi kepada Komisi ASN atau Inspektorat Daerah.

Abdullah mengatakan, selama perhelatan pemilu selalu saja ada ASN yang melakukan pelanggaran. Sanksi pun sudah diberikan kepada para pelanggar, baik secara pidana maupun aturan disiplin kepegawaian.

Hal itu mendasari Bawaslu gencar melakukan sosialisasi kepada para ASN di kabupaten/kota se-Jabar. "Sosialisasi terkait pentingnya netralitas ASN dalam pemilu ini sangat penting dilakukan. Kita tidak ingin ASN melakukan pelanggaran," tandas Abdullah.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler