Cara PDAM di Bandung Bantu Warga yang Kesulitan Air Bersih

Bandung - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memiliki cara tersendiri untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab, beberapa bulan ini cukup banyak wilayah di Kota Bandung krisis air akibat terdampak musim kemarau yang panjang.

PDAM Tirtawening menyalurkan air secara gratis kepada warga. Para petugasnya membawa air dengan menggunakan mobil tanki ke lokasi permukiman yang membutuhkan pasokan air bersih.

Hari ini, penyaluran air bersih dilakukan di dua titik kawasan Cicendo, Kota Bandung. Salah satunya di RW 05 Kelurahan Husein Sastranegara.

"Ini respon dari kita kepada masyarakat yang terdampak akibat kemarau ini. Kita melayani mereka semampu kita memberikan air secara gratis. Kalau dikatakan cukup, pasti belum cukup. Tapi ini ikhtiar kami sesuai dengan kemampuan kami," kata Dirut PDAM Tirtawening Sonny Salimi.

Penyaluran air seperti itu sudah dilakukan antara tiga hingga empat bulan terakhir ke berbagai wilayah. Dalam sehari, PDAM bisa menerjunkan 70-80 mobil tanki dan 50-60 mobil bak untuk penyaluran air gratis.

"Ada 31 titik di Kota Bandung yang kita identifikasi dan kita inventarisir berikan bantuan air bersih, tentunya kita layani sekemampuan kita," jelas Sonny.

Kesulitan mendapatkan air bersih dialami warga karena semakin berkurangnya pasokan air baku yang diolah PDAM. Sumber air baku yang ada terus menyusut seiring lamanya musim kemarau.

Sumur artesis, sumur biasa, dan sumber air lainnya yang dimiliki warga juga mengalami pengurangan debit air. Hasilnya, warga banyak yang menjerit kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sumber air baku kita dua minggu lalu sudah mengering. Hari ini kita tahu belum ada hujan yang cukup, kondisinya sudah semakin lebih tidak baik lagi," ucap Sonny.

Sekretaris RW 05 Kelurahan Husein Sastranegara Kurnia Yanti mengatakan kondisi di wilayahnya sudah sangat parah. Selain air PDAM tidak mengalir, sumur artesis yang diandalkan warga juga sudah kering.

"Alhamdulillah kita hari ini mendapat pasokan air bersih," tutur Yanti.

Dijelaskannya, kawasan sekitar merupakan area padat penduduk. Lebih dari 8 ribu KK tinggal di sana. Otomatis, kebutuhan air bersih juga sangat banyak.

Ia berharap kondisi kekurangan air itu bisa segera teratasi. Selain itu, ia berharap ke depan kondisi serupa tidak terjadi secara rutin setiap musim kemarau tiba.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler