Kenali Gejala Gangguan Jiwa dan Cara Menanganinya

Bandung - Gangguan jiwa mayoritas sering diidentikkan dengan gila atau kegilaan. Tapi, gangguan jiwa sangat luas untuk dipahami. Yuk kita cari tahu! Ketua (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kejiwaan) PDSKJ Bandung dan Sekitarnya Arlisa Wulandari mengatakan gangguan jiwa terdiri dari gangguan jiwa ringan, sedang hingga berat.

Dari yang paling ringan, gangguan jiwa bisa berupa kecemasan. Jika tingkat kecemasannya sampai luar biasa dan mengganggu aktivitas pekerjaan hingga sosial, maka bisa dikategorikan sebagai gangguan jiwa berat.

Sementara orang dengan gangguan jiwa berat bisa tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri. Apa yang diperbuatnya tidak disadari.

"Kalau dari segi usia, gangguan jiwa itu bisa dialami oleh anak-anak seperti autisme sampai alzheimer untuk orangtua. Jadi, gangguan jiwa itu luas sebenarnya," kata Arlisa dalam Diskusi Kesehatan Jiwa di Kebun Binatang Bandung, Rabu (10/10/2018).

Beberapa ciri-ciri seseorang mengalami gangguan jiwa pun beragam. Sering merasa cemas, emosi naik-turun, curiga berlebihan, hingga sering mengamuk bisa menjadi tanda seseorang terganggu kejiwaannya.

Baca juga: Ini yang Bisa Kamu Lakukan Jika di Sekitarmu Ada yang Depresi

Lalu, bagaimana cara bijak menangani orang dengan gangguan jiwa? Langkah tebaik adalah memeriksakannya secara medis.

"Apapun gejala yang tampak atau dirasakan, harus cepat dikonsultasikan. Nanti obat atau saran yang akan diberikan tergantung dari diagnosa yang dilakukan," ucap Arlisa.

Gangguan jiwa sendiri bisa dicegah lebih dini. Jika masih dalam tahap ringan, penyembuhan bisa dilakukan lebih cepat.

Sementara jika dibiarkan, proses penyembuhan akan lebih lama dan sulit. Bahkan dalam kasus yang sangat berat, gangguan jiwa ada yang tidak bisa disembuhkan.

Penyebab gangguan jiwa pun beragam, mulai dari permasalahan di keluarga, lingkungan, tertekan karena pekerjaan, hingga masalah asmara. Tapi, ada juga yang memang bawaan sejak dari lahir.

Meski begitu, langkah preventif sebaiknya dilakukan jika TemanBaik atau orang di sekitar merasakan tanda-tanda gangguan jiwa. "Justru yang harus diwaspadai itu gejala gangguan jiwa ringan supaya risiko terjadi gangguan jiwa beratnya enggak besar," ungkap Arlisa.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler