Saat Penyandang Disabilitas Belajar Pengembangan Wirausaha

Kementrian Sosial RI bekerjasama dengan Asia Pacific Development Center on Disability (APCD) dan Japan Asean Integration Fund menggelar kegiatan pengembangan bagi penyandang disabilitas.

Acara tersebut bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bisnis dan kewirausahaan penyandang disabilitas dengan tema Design and Marketing Management bagi penyandang disabilitas.

Melansir laman Kemsos.go.id, kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 29 Agustus sampai 1 September 2018 di The Sunan Hotel, Solo. Kegiatan ini diikuti 60 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas intelektual dan pendamping dari 12 Sheltered Workshop Peduli.  

Sheltered Workshop Peduli adalah program layanan Rehabilitasi Sosial berbasis masyarakat Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) KARTINI Temanggung, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, LKS, dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang disabilitas.

Acara ini diawali dengan kunjungan lapangan ke Sheltered Workshop Peduli 'Sambung Roso' di kecamatan Nguntoronadi, Desa Simbatan. Tim dari APCD sangat apresiasi dengan kegiatan yang telah dilakukan di Sheltered Workshop, seperti pembuatan batik ciprat, keset dan berbagai kerajinan tangan dari bahan limbah. 

Pembukaan dilaksanakan pada Rabu, 30 Agustus 2018 oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Bambang Sugeng. 

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan penyandang disabilitas melalui pengembangan kemampuan mengelola suatu usaha atau bisnis serta mewujudkan masyarakat inklusif. 

Foto: Kemsos.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler