MUI Dukung Pemberian Vaksin MR, Ini Penjelasannya

Bandung - Setelah melalui proses pembahasan yang panjang soal aspek halalnya, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya memutuskan Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi karena tiga hal.

Pertama, terdapat kondisi keterpaksaan (darurat syar’iiyah), kedua belum ditemukannya vaksin MR yang halal dan suci dan ketiga ada keterangan ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin halal.

"Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan. Kita juga harus terus mendorong WHO maupun negara-negara berpenduduk muslim untuk memerhatikan kebutuhan umat Islam terkait obat-obatan halal dan suci," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Asrorun Ni’am Sholeh dalam keterangan resminya, Selasa (21/8/2018).

Baca juga: Program Vaksin MR di Luar Jawa Dimulai, Ayo Dukung!

Ia mengatakan, sebenarnya masyarakat Indonesia siap mendukung imunisasi MR loh. Tapi Kementerian kesehatan juga harus menjamin kalau setiap anak diberikan vaksin yang sudah ada label halalnya. Selain pertimbangan kesehatan, pemerintah juga perlu memerhatikan aspek keagamaan karena mayoritas penduduk Indonesia memang muslim.

"Kami tegaskan, untuk alasan kesehatan harus diberikan vaksin MR. Harapannya ke depan vaksin MR yang sudah melalui proses halal bisa menjadi penggantinya," katanya.

Corporate Secretary Bambang Heriyanto
menambahkan, saat ini Bio Farma dinyatakan mandiri untuk Vaksin Campak (Measles). Sementara untuk vaksin kombinasi Measles dan Rubella (MR) masih dalam tahap pengembangan dengan menggunakan bulk Rubella.

"Untuk bulk Vaksin Rubella hasil riset Bio Farma sendiri, kami menargetkan selesai di tahun 2024. Produksi vaksin memerlukan waktu yang lama karena perlu kehati-hatian agar bebas dari aspek hewani. Selain itu juga memperhatikan aspek kualitas, keamanan serta keampuhan produk" terang Bambang



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler