Menyulap Plastik Bekas Jadi Tas Kece ala Biya Project

Inovasi dan kreativitas datang dari Biya Project. Mengandalkan sampah bekas kantung plastik belanja, mereka bikin produk tas kece.

Beritabaik.id punya kesempatan main ke tempat produksi Biya Project di Bandung dan ngobrol langsung dengan inisiatornya yang akrab disapa Bubu Keni. Ia menjelaskan ada perjalanan cukup panjang sebelum produk tas ini diluncurkan pada Juli 2021.

"Jadi, memang awalnya itu kan karena kegiatan kita banyaknya di rumah, terus penggunaan plastik untuk food delivery juga jadi banyak banget tuh selama pembatasan wilayah (PPKM). Akhirnya kita jadi mikir, ini plastik kita jadiin apa, ya," ujar Keni.

Di sisi lain, industri clothing seperti pakaian dan tas cukup dekat dengan Keni, sebab sang suami memang sudah lama menekuninya. Berkaca dari sana dan keberadaan alat produksi, akhirnya Keni mengajak keponakannya membuat produk olahan limbah plastik.

Kantong plastik yang dipilih jadi bahan baku berasal dari kantung belanja. Ada empat tahap pengolahan yang dijalankan Biya Project untuk menyulap kantung belanja sekali pakai menjadi produk tas kece. Pertama, kantung belanja sekali pakai dipilih dulu, lalu disortir, dibersihkan, kemudian di-press menggunakan alat.

Satu lapis tas produk Biya merupakan hasil konversi dari enam hingga tujuh lembar limbah kantung plastik sekali pakai. Enggak jarang, material kantung belanja ini menyiratkan motif grafis tertentu saat sudah diolah. Contohnya, kita menemukan sedikit potongan logo supermarket Yogya yang bersanding dengan potongan logo Indomaret yang hanya penggalan kata 'maret'-nya saja yang terbawa.

"Grafis itu punya unsur visual tersendiri kalau ditumpuk-tumpuk. Jadi keren aja," ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Menyulap Sampah Jadi Vespa hingga Moge

Eksplorasi Varian
Saat ini, Biya masih fokus memproduksi tiga jenis tas saja. Keni menyebut, pendekatan produk ke dalam bentuk kantung yang tren dengan sebutan tote bag ini dilakukan agar mereka bisa meraup segmen muda. Ya, tote bag sendiri memang lebih banyak digunakan oleh anak muda, kan?

Selain itu, eksplorasi kreatif juga terasa lebih mudah dijelajah untuk memperlakukan produk satu ini. Lihat saja hasil produksi tas di Biya Project. Kendati berasal dari sampah, kita enggak sedikitpun melihat ada kesan sampah dari hasil akhirnya. Malah, produk-produk Biya Project terkesan ekslusif.

Kendati belum menyasar kalangan pembeli yang lebih luas, saat ini Keni mengaku produknya disambut cukup baik. Oleh karena itu pula, dalam waktu dekat mereka berencana meluncurkan katalog terbaru. Oh ya, kamu bisa memantaunya di akun instagram @biya_project loh!

"Kita fokusnya memang ke produk-produk kantung sih untuk saat ini. Bisa kantung, pouch, dan pada dasarnya kantung. Nah, pendekatan visual dan grafisnya sendiri kita pakai yang ceria, biar anak muda tertarik. Di sisi lain, kita juga pengin menyadarkan mereka nih, kalau hidup sustainable itu enggak serumit yang dibayangkan. Dari kantong kresek sekali pakai aja, bisa kok," ujarnya.

Bicara soal harga, satu tas di Biya Project dibanderol mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Harga yang sesuai dengan nilai filosofis dan varian produk kecenya. Cek dulu deh, TemanBaik!


Memperpanjang Umur Plastik
Lebih rinci soal bahan baku plastik. Meski belakangan kerap menjadi masalah dalam isu lingkungan, Keni menyebut sebetulnya bahan baku plastik sama sekali enggak bersalah. Bahkan, plastik hadir di tengah kehidupan manusia untuk menjadi solusi masalah lingkungan saat banyak orang menggunakan kantung belanja dari kertas.

Mengenai bahan baku produksi, Keni berupaya 'memperpanjang' usia kantung plastik yang ada di tempat produksinya. Menurut Keni, kantung-kantung plastik yang diolahnya punya nilai cerita berbeda, yang mungkin enggak terpikirkan kita sebelum membuangnya.

"Bisa jadi si plastik-plastik ini teh dulunya pernah nganterin makanan untuk anak kos, atau bawain oleh-oleh dari sebuah kota. Nah, kita kepengin memperpanjang cerita plastik-plastik ini," terangnya.

Di sisi lain, secara personal Keni mengaku di tempat tinggalnya, ia dan keluarga sudah menerapkan pemilahan sampah. Meski tak secara eksplisit mengajak orang lain melakukan hal serupa, namun #KebiasaanBaik satu ini bisa sangat memudahkan tiap rumah loh.

"Setelah kita pilah sampah itu, tempat sampah enggak langsung penuh. Ada kali dua minggu tempat sampah di sini enggak penuh-penuh. Karena, ya, itu: yang organiknya kita pakai buat kompos, sampah plastik kita olah, sampah kaleng kita olah. Kalau kita merasa barang bekas pakai itu harus dibuang, ya kayaknya sehari juga udah penuh lagi sih tempat sampah itu," jelasnya.

Baca Ini Juga Yuk: Di Bandung Sampah Bisa Ditukar Jadi Emas Mini Loh!

Nah, selain itu, mereka juga menerima pengumpulan sampah kantung plastik sekali pakai loh. Kamu bisa mengontak mereka di Instagram untuk keperluan ini. Hanya saja, kalau mau mengumpulkan kantung bekas, usahakan dalam keadaan yang layak dan bersih ya, supaya memudahkan tim produksi mengolah kantong bekasmu.

Sebagai penutup, Keni berharap Biya akan gulung tikar. Wah! Tahan dulu! Maksudnya gulung tikar di sini adalah gulung tikar karena enggak ada lagi plastik, minimal dari Kota Bandung, yang bisa mereka olah menjadi tas. Keren juga ya tujuannya!

"Jadi, setelah plastik enggak ada lagi, kita bisa eksplorasi material lainnya untuk kita jadiin produk," pungkas Keni.

Keren banget, TemanBaik! Yuk, jaga bumi dengan mengolah barang tak terpakai menjadi produk kece seperti yang dilakukan Biya Project!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler