• Minggu, 2 Oktober 2022

.Feast Merangkum Perjalanan ALI lewat Mini Album ‘Abdi Lara Insani’ 

- Jumat, 22 April 2022 | 08:25 WIB
 (dok. .Feast)
(dok. .Feast)

.Feast kembali dengan mini album bertajuk 'Kisah Abadi Lara Insani'. Mini album yang diambil dari nama panjang sang tokoh ALI tersebut berisikan 8 buah lagu. (22/04/22).

Seperti diberitakan sebelumnya, mengawali perilisan mini album 'Abadi Lara Insani', .Feast terlebih dahulu merilis dua buah single. Pertama adalah lagu 'ALI' yang masuk dalam kompilasi  'Sounds Cute Might Delete Later' yang dirilis Sun Eater. Kedua adalah‘Gugatan Rakyat Semesta’ yang menjadi trek ke lima dalam mini album ini.    

Dalam keterangan resminya mereka menuturkan jika tokoh ALI adalah sosok fiksi yang dibuat bersamaan dengan pembuatan albumnya. ALI adalah gambaran kekecewaan figur pengubah bangsa yang yang mengecewakan masyarakat.

"Abdi Lara Insani adalah tokoh fiksi yang dibuat bersamaan dengan album, atau tepatnya, album tersebut dibuat untuk menceritakan kisah Abdi Lara Insani. Singkatnya mungkin Ia adalah penggambaran kekecewaan masyarakat secara kolektif terhadap figur-figur 'pengubah bangsa' yang datang silih berganti tiap beberapa waktu sekali namun pada akhirnya selalu mengecewakan," ujar Baskara selaku penulis lirik lagu di mini album 'Abdi Lara Insani'  

"Terkadang parahnya terbukti lebih buruk dibandingkan pemimpin-pemimpin terdahulu," tambahnya.

Baskara juga menjelaskan, inspirasi sosok ALI tak hanya dari banyak tokoh dan cerita sosial politik saja. Ia dengan jelas menceritakan jika salah satu inspirasinya adalah figur ‘Bento’ yang diceritakan oleh Iwan Fals dalam lagu.

"Inspirasi Abdi Lara Insani sendiri, selain dari banyak tokoh-tokoh dan cerita-cerita sosial politik yang kita semua tahu, besarnya meminjam figur 'Bento' yang diceritakan oleh Om Iwan (Fals) dalam lagu yang berjudul sama. Saat itu saya berandai-andai, 'gimana jadinya kalau Bento ini dulunya adalah orang baik, dimajukan oleh rakyat dan disayang oleh rakyat, sebelum akhirnya menjadi figur seperti yang diceritakan lagu?'," jelas Baskara yang juga dikenal sebagai Hindia.

"Saya rasa pengkisahan Ali (panggilan Abdi Lara Insani ini) akan terasa seperti mengaburkan garis antara fiksi dan kenyataan, saking seringnya kita semua mendengar dan melihat kisah-kisah tersebut di publik, yang tak jarang juga bersinggungan dengan hajatan hidup kita semua sehari-hari," tambahnya.

(dok. .Feast)

Baca Juga: .Feast Kembali dengan Materi Teranyar 'Gugatan Rakyat Semesta'

Bagi yang sempat mengikuti .Feast era pra Multiverses, beberapa lagu dalam album ‘Abdi Lara Insani’ tentu tidak asing. Ada 'Camkan' yang dirilis ulang, serta beberapa lagu yang merupakan daur ulang materi .Feast yang belum dirilis seperti 'ALI', 'Gugatan Rakyat Semesta', dan juga 'Kuping Ini Makin Lalai'.

Sedangkan trek lainnya seperti focus track 'Bintang Massa Aksi', 'Jaya', dan trek penutup 'Senin Toko Tutup' adalah materi baru mereka. Dieksekusi dengan berbagai bentuk musik rock dengan segala influence yang dicerna oleh .Feast, secara sonik Abdi Lara Insani tetap hadir dengan garis besar ala .Feast, yang didominasi dengan rif -rif distorsi, dengan tempo medium menuju cepat.

Bicara sosok ALI, yang menarik Vincent Rompies juga diam-diam hadir berperan menjadi ayah Ali dalam trek pembuka berjudul ‘Berhenti di Kotak Suara’.

Sang drummer, Dicky Renanda menjelaskan jika proses pembuatan 'Abadi Lara Insani' ini terbilang panjang. Mulai dikerjakan sejak 2015, album ini baru difinalisasi pada 2022.

"Kalau dihitung dari tahun 2015 mungkin prosesnya bisa terbilang panjang. Karena lagunya baru final di tahun 2022. Namun, singkatnya setelah menentukan tema di tahun 2021, kami mencocokan mood pada lagu-lagu lama yang cocok dengan tema di album 'Abadi Lara Insani',” jelas Dicky.

"Lalu di awal 2022 kami mulai merapikan musiknya mengikuti cerita yang hendak disampaikan. Misalnya, Bintang Massa Aksi, karena era Ali mahasiswa, kami ingin lagunya ada kesan tengil. Gugatan Rakyat Semesta, saat Ali ingin mengkudeta, kami buat mood nya memang marching. Jaya, ketika ALI akhirnya naik jadi presiden namun merasa kosong sehingga perlahan menjadi otoriter, kita buat mood nya memang nuansa militer.  Lirik dibuat terakhir menyusul agar pemilihan kata nya lebih cocok terhadap mood yang ditentukan di awal," jelas Dicky Renanda mengenai proses pembuatan musik di mini album Abdi Lara Insani.

"Eksplorasi sejauh ini mungkin lebih banyak ditemukan di Bintang Massa Aksi karena kami tidak pernah menggunakan instrumen brass yang dominan. Sisa lagu yang ada mungkin masih terdapat benang merah yang jelas seperti album debut .Feast, Multiverses. Karena merupakan hasil pemugaran lagu-lagu lama, sehingga tidak banyak kita rubah dari segi sonik. Hanya sebatas aransemen yang lebih segar bagi kita," tutup Adrianus Aristo Haryo atau Ryo Bodat.

Sebagai catatan, .Feast beranggotakan Daniel Baskara Putra (Vokal), Adnan Satyanugraha Putra (GItar), Dicky Renanda Putra (Guitarist), Fadli Fikriawan Wibowo (Bas) dan Adrianus Aristo Haryo (Drum). .Feast sendiri sebelumnnya telah merilis satu album penuh ‘Multiverse’ (2017) dan dua buah EP ‘Beberapa Orang Memaafkan’ (2018) dan ‘Uang Muka’ (2020).

Saat ini mini album 'Abdi Lara Insani' sudah bisa kalian dengarkan melalui berbagai layanan musik digital yang ada.  

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Pemuda Berbahaya Rilis Single 'Bandar Minyak Tanah'

Jumat, 30 September 2022 | 11:24 WIB

Dhira Bongs Sapa Kembali Penggemar lewat Album Ketiganya

Kamis, 29 September 2022 | 06:40 WIB

Siap-siap, Tahun ini 'Rock in Solo' Kembali Menggelegar!

Minggu, 18 September 2022 | 17:25 WIB

'To Be King', Gebrakan Baru SUR! dengan Formasi Segar

Jumat, 9 September 2022 | 20:45 WIB

15 Tahun Hiatus, The Sastro Siap Kembali Ber'Lari 100'

Jumat, 2 September 2022 | 11:36 WIB
X