• Minggu, 2 Oktober 2022

Bicara Kerusakan Bumi, Duo Elektronik Hotel Death Star Rilis ' Generations'

- Kamis, 21 April 2022 | 13:29 WIB
 (dok. Hotel Death Star)
(dok. Hotel Death Star)

Duo elektronik asal Bali, Hotel Death Star merilis single dan video musik terbaru bertajuk 'Generations'. 'Generations' akan dirilis berbarengan dengan peringatan Hari Bumi Internasional pada 22 April 2022. Dalam rilisan terbarunya ini, Hotel Death Star berkolaborasi Myopia dan Anatman Pictures.

'Generations' menceritakan tentang kesalahan di masa lalu dari generasi sebelumnya akan mempengaruhi generasi selanjutnya. Kita semua berperan sama pentingnya untuk membuat perubahan bagi dunia yang lebih baik.

Bumi, adalah planet menakjubkan yang kita sebut sebagai rumah. Tempat di mana terdapat kontras antara keindahan mempesona dan kehancuran yang meluas. Seiring kita belajar, tertawa, berkarya, dan menginspirasi satu sama lain, jejak langkah kita semakin bertumbuh dengan munculnya generasi-generasi selanjutnya. Peninggalan kita sebagai manusia di Bumi telah menyebabkan luka yang tak bisa disembuhkan dan sekarang lah saatnya kita harus mengambil tindakan.

Menggambarkan situasinya lewat visual, Myopia dan Anatman Pictures telah membuat video musik untuk 'Generations', membawa kita ke dalam perjalanan menyaksikan keindahan dan kehancuran Bumi.

Baca Juga: Pusakata Kolaborasi dengan Inis Sahib dalam Single Terbaru 'Meminta Diri'


Video musik ini menyajikan hiburan edukatif untuk mengilhami tindakan-tindakan kita untuk bisa memperbaiki dampak perubahan iklim, dengan misi mereka, "Saving the planet one video at a time". Hotel Death Star merilis single terbarunya, 'Generations' untuk mewakili suara bagi semua yang terkena dampak dari pilihan kita secara global.

"Keserakahan kita tidak menghancurkan bumi ini tetapi kita menghancurkan diri kita sendiri," disampaikan oleh Mada Ariya selaku sutradara video musiknya.  Video ini adalah suatu teguran bagi kita untuk semakin menyadari hal ini dan bertindak dengan segera

Hotel Death Star adalah singer-songwriter Phil Stoodley dan composer-producer Andreas Arianto. Keduanya dipertemukan di pegunungan bersalju di Jepang, di tengah badai. Keduanya kembali bertemu di Bali untuk kemudian membentuk bebunyian baru ini dan memadukannya dengan deep house.

Phil Stoodley saat ini bermukim di Bali. Ia rutin tampil di berbagai venue di pulau dewata. Pria kelahiran New Zealand ini sudah 20 tahun berkarier di industri musik, ia jugha menulis musik untuk televisi, film layar lebar dan iklan. Ia juga memproduseri banyak nama besar seperti Velvet Revolver, Simple Minds, Jimmy Barnes dan Neil Finn. Phil adalah co-founder dari The Bali Rooftop, sebuah proyek start-up yang mempromosikan musisi-musisi Indonesia dan manca negara yang tampil di Bali. 

Sementara itu, Andreas Arianto adalah multi-instrumentalis yang telah memproduseri rekaman beragam musisi rock dan pop. Ia juga adalah seorang komponis dan konduktor yang terlibat dalam beberapa produksi film layar lebar, dokumenter, TV dan iklan. Pada 2008 ia tampil sebagai arranger dan konduktor orkestra yang mengiringi SLANK. Ia juga turut berkarya bersama Dead Bachelors, Ungu, Dewi Lestari, Asteriska (Barasuara), Twilite Orchestra, Erwin Gutawa Orchestra, juga Budapest Scoring Orchestra.

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Pemuda Berbahaya Rilis Single 'Bandar Minyak Tanah'

Jumat, 30 September 2022 | 11:24 WIB

Dhira Bongs Sapa Kembali Penggemar lewat Album Ketiganya

Kamis, 29 September 2022 | 06:40 WIB

Siap-siap, Tahun ini 'Rock in Solo' Kembali Menggelegar!

Minggu, 18 September 2022 | 17:25 WIB

'To Be King', Gebrakan Baru SUR! dengan Formasi Segar

Jumat, 9 September 2022 | 20:45 WIB

15 Tahun Hiatus, The Sastro Siap Kembali Ber'Lari 100'

Jumat, 2 September 2022 | 11:36 WIB
X