Meramu Barang Bekas Menjadi Berkelas dengan Bisnis Thrifting

- Jumat, 11 Maret 2022 | 16:15 WIB
 (dok. Mamameramu)
(dok. Mamameramu)

TemanBaik, masih takut tidak terlihat bergaya dan fashionable? Jangan khawatirsekarang kita sangat dimudahkan dengan adanya thrift shop.

Melalui thrift shop, kamu dapat meramu gaya dari pakaian bekas hingga menjadi gaya fesyen berkelas. Terlebih, saat ini kamu bisa melakukan thrifting (berbelanja) hanya dengan menggunakan handphone. 

TemanBaik tahu enggak sih, thrifting juga bisa dikatakan salah satu upaya mendukung sustainable living dengan cara tidak impulsif berbelanja fast fashion?

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), sustainable living adalah sebuah gaya hidup yang menyeimbangkan upaya lokal dan global untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dengan tetap melestarikan lingkungan alam dari degradasi dan kerusakan.

Bicara thrifting, belakangan fenomenanya semakin berkembang di Instagram. Selain bisa berburu berbagai barang fesyen yang kita inginkan, nyatanya fenomena thrifting ini juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.  

Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan Cania Sukma Dewi, seorang mahasiswa semester 6 di Universitas Widyatama, Bandung. Ia merintis bisnisnya sejak 2019 lalu.

Awalnya, dengan niatan untuk tambahan uang jajan, Cania tidak ingin menyusahkan orang tua. Akhirnya, dia memutuskan memulai bisnis ini dengan modal Rp600 ribu saja.

Cania memberi nama bisnis thrifting-nya 'Mamameramu'. Ada alasan unik di balik nama tersebut, yakni ingin berbeda dari kebanyakan kompetitornya. 

Baca Juga: Ingin Tahu Tren Hijab Terbaru? Yuk Lihat Tutorialnya di Sini

Mamameramu diambil dari kata 'meramu' yang jika diartikan mencari, menelusuri, dan membuat hal baru. Sedangkan 'mama' ia artikan sebagai induk dari thrift shop tersebut.

Seperti yang kita tahu juga, mama identik dengan kehangatan dan kasih sayang. Hal itu pula yang ingin disampaikan pemilik kepada para konsumennya.

"Mamameramu menjual berbagai macam pakaian sesuai tren dan pasar, kalo musim hujan seperti saat ini biasanya kita bakal jualan sweater, jaket, crewneck. Atau saat mendekati lebaran maka pakaian yang dijual biasanya identik dengan nuansa putih," jelas Cania.

Bisnis ini terbilang menguntungkan. Dengan modal kecil, Cania bisa meraih keuntungan yang cukup  besar. Jika dirata-ratakan, dia dapat meraup omzet sampai Rp3 juta setiap bulan. 

Di sisi lain, munculnya thrift shop diyakini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi limbah pakaian dari industri fast fashion serta mempromosikan sustainable living yang membawa dampak positif bagi lingkungan. Berikut ini tiga keuntungan kamu membeli produk di thrift shop

Mengurangi limbah fesyen
Belanja di thrift shop dapat mengurangi limbah fesyen terutama pakaian. Ketika dibuang, limbah pakaian akan menggunung di tempat pembuangan sampah selama ratusan tahun.

Apalagi sekarang banyak produk fesyen terbuat dari bahan sintetis yang tidak akan terurai. Limbah pakaian yang dibuang ini akan menghabiskan banyak ruang dan berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Kondisi itu bisa membahayakan kehidupan di bumi.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Fesyen Jadi Unggulan Ekspor Kota Bandung

Selasa, 30 Agustus 2022 | 15:34 WIB

Ini 5 Tips Memilih Busana Lebaran yang Nyaman

Kamis, 28 April 2022 | 09:15 WIB
X