• Selasa, 27 September 2022

Memorandum, Cerita Kehidupan di Fase Usia 30an Band Perunggu

- Jumat, 11 Maret 2022 | 11:02 WIB
 (dok. Raka Syahreza)
(dok. Raka Syahreza)

Trio rock pulang kantor, Perunggu baru saja merilis debut albumnya yang bertajuk 'Memorandum', Jumat (11/03/22). Karya yang terlahir saat masa pandemi ini sebagai penanda eksistensi dan pemanasan jiwa berkesenian trio asal Jakarta ini.

'Memorandum' sendiri menurut mereka berfungsi sebagai catatan, yang secara garis besar berkaitan dengan irisan hidup para personel ketika menginjak fase usia tigapuluh bersama segala macam dinamika dan problematikanya. 

Perunggu sendiri adalah Adam Adenan (bass, kibor, piano, vokal latar), Ildo Hasman (drum, vokal latar) dan Maul Ibrahim (gitar, vokal utama).

Baca Juga: Sajian Musik Baru di Kompilasi Rakyat Vol.2

'Memorandum' terdiri sebelas trek yang menggambarkan kesemua hal tersebut. Album ini dibuka oleh 'Tarung Bebas', 'Canggih!', 'Pastikan Riuh Akhiri Malammu', 'Membelah Belantara', 'Haru Paling Biru', 'Ini Abadi', 'Biang Lara',  'Per Hari Ini', 'Kalibata 2012', 'Prematur', dan ditutup denga '33x'.

Ke semua materi tersebut menjadi medium Perunggu untuk bercerita. Dari mulai kecintaan mereka terhadap musik, makna jatuh cinta seorang Ayah yang baru dikaruniai anak, semangat kerja kantoran, hingga kematian orang terdekar yang begitu personal. 

Corak musik rock apik gubahan Perunggu sanggup mendorong semangat kita untuk tegar menjalani hari demi hari kehidupan. Ditambah lirik lagu yang bercerita dalam bahasa Indonesia memastikan para pendengar tak perlu mengernyitkan dahi untuk memahami maksud dan pesan yang disampaikan. 

Dalam keterangan resminya mereka menceritakan jika Ide album ini bermula pada Februari 2020 lau, sewaktu Adam Adenan tengah menempuh studi di Inggris. Proses kreatif terjadi lewat pengiriman demo mentah via surel. Tak lama berselang pandemi Covid-19 menghantam. Surutnya aktivitas membuat energi mencipta karya tidak terbendung, hasilnya total 18 lagu berhasil tertulis selama masa itu.  

Agar materi mentah mampu digarap secara rapi serta elegan, anak-anak Perunggu menggandeng Giovanni Rahmadeva (Polka Wars) yang telah ‘menemani’ Perunggu sejak pengerjaan EP Pendar (2020) sebagai produser album ini. 

Di tangannya sejumlah lagu dieliminasi dalam upaya mencapai kematangan sebuah karya penuh sehingga tidak ada satu pun formula aransemen yang redundan di setiap lagunya.

Beberapa musisi tamu juga dihadirkan di sini. Dennis Ferdinand diajak sebagai co-producer. Lalu Bima Errawan yang membuat kedalaman 'Memorandum' terdengar layaknya pesta sonik enam senar. Ada juga Hara, penyanyi perempuan yang syahdu bersenandung untuk lagu 'Prematur'. 

Dengan pengerjaan yang cukup panjang, memperlihatkan kesungguhan Perunggu dalam memeluk kecintaan mereka terhadap musik. Dan persembahan Memorandum inilah pembuktian terbaik untuk dibingkai sebagai sebuah tonggak.

"Musik adalah hal yang sama sekali tidak mungkin kami tinggalkan. Ini album yang dikerjakan dengan serius. Meskipun waktu dan biaya yang dikeluarkan cukup besar, lucunya kami tidak merasa rugi. Karena kami cinta mati sama musik, dan mengerjakan album ini membuat kami senang menjalani segala macam pengorbanannya," pungkas Maul Ibrahim. 

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap-siap, Tahun ini 'Rock in Solo' Kembali Menggelegar!

Minggu, 18 September 2022 | 17:25 WIB

'To Be King', Gebrakan Baru SUR! dengan Formasi Segar

Jumat, 9 September 2022 | 20:45 WIB

15 Tahun Hiatus, The Sastro Siap Kembali Ber'Lari 100'

Jumat, 2 September 2022 | 11:36 WIB
X