• Minggu, 25 September 2022

'Pembumian Pancasila', Materi Terbaru dari The Professor Band

- Sabtu, 24 April 2021 | 10:35 WIB

Berangkat dari kerinduan hadirnya Pancasila di tengah kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, The Professor Band kembali hadir dengan karya terbaru yaitu 'Pembumian Pancasila'.

Karya ini menjadi angin segar. Sebab pendekatan yang dipilih adalah nilai-nilai Pancasila. Seperti yang sama kita ketahui, Pancasila masih terlalu bernuansa politis dan menekankan pada hafalan serta penataran.

Melalui aransemen ulang lagu-lagu tradisional yang disesuaikan dengan perkembangan selera, karya ini diharapkan dapat menjadi suatu pendekatan baru untuk membangkitkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air bagi lintas generasi.

Sesi dengar kali ini diadakan dengan kolaborasi bersama Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) dan We The Youth. "Kolaborasi ini merupakan yang pertama kali bagi LAB 45 di mana mengumpulkan masyarakat dari berbagai lintas generasi. Ide dari album cukup unik dengan membuat kompilasi lagu daerah yang diaransemen, dibalut gaya yang baru mengingat banyak lagu-lagu daerah yang masih relevan hingga saat ini," ujar Koordinator Utama LAB 45, Andi Widjajanto.

-

Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara pasti akan terus bertahan di bumi dengan berbagai bentuk adaptasinya ke depan. Acara yang dimoderatori oleh David Tarigan selaku penggemar musik yang turut menginisiasi Gerakan Irama Nusantara ini berlangsung seru.

Baca Ini Juga Yuk: Kolaborasi Avhath dan Deva States dalam Klip 'HALLOWED GROUND'

Sebelum memulai diskusi, lagu Gambang Suling dengan aransemen dari The Professor Band sempat diputarkan kepada para peserta yang tidak hanya dihadiri oleh media melainkan juga turut mengundang para komunitas orang muda di seluruh Indonesia.

Sejak pembentukan The Professor Band 10 tahun yang lalu, Prof. Paulus Wirutomo mengatakan bahwa album ini merupakan sumbangan kecil dari The Professor Band dan Pancasila harus menjadi bumi di mana kita berpijak, yaitu masyarakat Indonesia yang beragam dan telah diwakili oleh lagu-lagu tersebut.

"Pengembangan pop culture kita tetap bisa mengandung dan membudidayakan musik tradisional. Mengangkat kembali lagu-lagu daerah ke dalam kehidupan kita hari ini, nggak perlu dipisahkan musik daerah itu tradisional, musik modern itu hip hop. Nasionalisme dan kebangsaan itu tidak taken for granted," tambah Daisy Indira Yasmine yang menjadi vokalis di dalam album ini di tengah kesibukannya sebagai sosiolog.

R. Septa Suryoto sebagai musisi yang turut bergabung menjadi penata gubah pada album ini juga berharap untuk membuat album 'Pembumian Pancasila' yang kedua, dengan tetap berangkat dari lagu-lagu daerah yang belum diangkat. "Kita akan ambil enam lagu lagi untuk diaransemen, sehinga total ada 12 lagu. Bagi kami, setidaknya 12 lagu sudah bisa mewakili pulau-pulau besar
di Indonesia. Di situ ada rencana mengundang musisi-musisi muda," ujar Septa.

Saat ini, album 'Pembumian Pancasila' sudah dapat didengarkan melalui saluran YouTube 'The Professor Band'.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Terkini

Siap-siap, Tahun ini 'Rock in Solo' Kembali Menggelegar!

Minggu, 18 September 2022 | 17:25 WIB

'To Be King', Gebrakan Baru SUR! dengan Formasi Segar

Jumat, 9 September 2022 | 20:45 WIB

15 Tahun Hiatus, The Sastro Siap Kembali Ber'Lari 100'

Jumat, 2 September 2022 | 11:36 WIB
X