• Sabtu, 26 November 2022

Menjajal Adrenalin lewat Bono Surfing di Sungai Kampar

- Kamis, 28 April 2022 | 10:52 WIB
Ombak Bono sungai kampar
Ombak Bono sungai kampar

TemanBaik, jika biasanya olahraga selancar dilakukan di atas ombak laut, ada yang unik di Indonesia. Di Riau, surfer (peselancar) tidak melakukan olahraga penuh adrenalin ini di laut, melainkan di sungai.

Bagi masyarakat Riau, surfing (berselancar) jenis ini mereka kenal dengan Bono Surfing. Lokasinya berada di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau

Sebutan istilah "Bono" sendiri ditujukan bagi ombak besar yang ada di Sungai Kampar. Fenomena ombak bergulung di Sungai Kampar ini sesuatu yang baru. Masyarakat sudah terbiasa melihat ombak besar tersebut sejak zaman nenek moyang. Bahkan, menurut kisah setempat, Ombak Bono merupakan perwujudan dari tujuh hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal. 

Dilansir dari kemenparekraf.go.id, menurut cerita masyarakat setempat, ombak Bono ini dulunya dijadikan ajang uji ketangkasan bertarung bagi setiap pendekar Melayu Pesisir. Ombak Bono di Sungai Kampar dapat dikatakan cukup tinggi. Dalam waktu-waktu tertentu ketinggian ombak di Sungai Kampar bisa mencapai 4-5 meter. Tak kalah menantang dari ombak di lautan lepas.

Sungai Kampar sendiri adalah sungai nomor 5 terpanjang di Pulau Sumatera. Panjangnya mencapai 413 km, dengan hulunya berada di Kabupaten Lima Puluh Kota (Sumatera Barat) dan bermuara di Selat Malaka.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Alam Sulawesi lewat Likupang yang Eksotis

Fenomena alam langka di Sungai Kampar ini terjadi akibat pertemuan arus pasang laut dengan arus sungai.  Arus ombak ini bergerak dari muara di wilayah Desa Pulau Muda menuju Desa Teluk Meranti dan Tanjung Metangor. Tidak main-main, jarak yang ditempuh ombak Bono bisa sejauh 50-60 km, dengan kecepatan 40-50 km/jam.

Keunikan Bono Surfing adalah ombaknya yang berlawanan dengan arah arus sungai, yang menjadikannya punya tekanan cukup deras. Tak seperti ombak besar di laut, ombak bono bisa mencapai panjang sekitar 200 meter hingga 2 km mengikuti lebar sungai.

Menjajal Bono Surfing bukan hanya menjadi daya tarik peselancar lokal, namun juga peselancar mancanegara. Pemerintah daerah setempat melirik hal tersebut sebagai sebuah potensi pariwisata. Hingga tercetuslah event tahunan bertajuk: ‘International Bono Surfing Festival dan Bekudo Bono’. Kedua festival ini jadi sasaran pemecahan rekor dunia oleh para peselancar lokal maupun internasional.

Sebagai catatan, pada 2013 lalu peselancar asal Inggris, Steve King bersama dua rekannya berlomba adu ketangkasan dalam Bono Surfing. Mereka berhasil memecahkan rekor setelah berselancar sejauh 12,3 km selama 1 jam 13 menit. Rekor ini kemudian dipatahkan oleh James Cotton yang berhasil melakukan bono surfing sejauh 17,2 km, dan sukses mencatatkan namanya dalam Guinness Book of The World Record. 

Selain adu ketangkasan melalui Bono Surfing, pemerintah juga mengemas event selancar tahunan ini dengan sangat apik. Salah satunya adanya tambahan agenda Bono Jazz Festival dan camping ground pada Festival Bekudo Bono 2019. Harapannya upaya kreatif pemerintah ini menarik minat lebih banyak peselancar lokal dan internasional untuk melakukan Bono Surfing di Sungai Kampar.

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Tips Traveling yang Aman dan Menyenangkan

Sabtu, 26 November 2022 | 08:27 WIB

Mantap! Ada Sikruit RC Baru di Antapani Kidul Bandung

Kamis, 3 November 2022 | 16:36 WIB

5 Tempat Wisata di Jawa Barat Berbalut Cerita Legenda

Minggu, 30 Oktober 2022 | 09:20 WIB
X