• Rabu, 30 November 2022

5 Rekomendasi Menu Khas Nusantara untuk Pendamping Ketupat saat Idulfitri

- Senin, 18 April 2022 | 11:40 WIB
Pedagang kulit ketupat dan janur di Kota Serang kini meraup untung dengan adanya tradisi qunut. (Doni Kurniawan/Bantenraya.com)
Pedagang kulit ketupat dan janur di Kota Serang kini meraup untung dengan adanya tradisi qunut. (Doni Kurniawan/Bantenraya.com)

TemanBaik, dalam setiap perayaan Hari Raya Idulfitri selain momen sakral dan suka cita silaturahmi, ada satu hal pendukung yang menjadi pelengkap momen tersebut, yakni menyantap Ketupat.

Usai bersilaturahmi dan "sungkeman" tak lengkap rasanya jika kita tidak menyantap ketupat beserta kuah opor ayam atau gulai sapi. Padahal tradisi menghidangkan ketupat di saat lebaran seperti sebuah hal yang wajib.

Ketupat adalah kuliner berbahan dasar beras yang dibungkus dengan daun kelapa atau janur yang dianyam hingga membentuk jajaran genjang.

Dikutip dari Indonesia.go.id, kehadiran ketupat di Nusantara dipercaya sejak abad 15-16 Masehi ketika Sunan Kalijaga melakukan syiar Islam pada masyarakat Jawa. Pada masa itu, ada budaya dua kali bakda atau dua kali hari raya, yakni bakda lebaran dan bakda kupat.

Bakda lebaran adalah perayaan Idulfitri itu sendiri sedangkan bakda kupat dirayakan satu minggu setelah lebaran. Beberapa daerah di Jawa masih ada yang merayakannya hingga sekarang.

Pada masa itu, hampir setiap rumah di Jawa terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda menjelang lebaran. Berdasarkan filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus, yakni kupat yang merupakan kependekan dari kata 'ngaku lepat' yang artinya adalah meminta maaf dan "laku papat" yang artinya adalah empat tindakan.

Empat tindakan ini adalah lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Lebaran yang berarti berakhirnya waktu berpuasa, luberan yang berarti melimpahnya harta yang harus disedekahkan pada fakir miskin seperti zakat fitrah.Leburan yang berarti dosa dan kesalahan akan melebur habis karena umat Islam harus saling memaafkan satu sama lain, terakhir adalah laburan yang berarti kapur yang menandakan bahwa manusia harus menjaga kesucian lahir dan batinnya setelah Ramadan berakhir.

Baca Juga: Yuk! Ngabuburit Sambil Berburu 7 Jenis Takjil Khas Daerah di Indonesia

Pada akhirnya, penganan ketupat tak hanya menjadi identitas di Indonesia, melainkan juga di Asia Tenggara, khususnya negara-negara jiran yang berbudaya Melayu. Ketupat menjadi santapan wajib di hari raya Idulfitri.

Tradisi ketupat ini kemudian menyebar di beberapa daerah di Indonesia. Menu ketupat atau 'kupat' hadir di daerah dengan ciri khas penyajian dan rasa berbeda.

Setiap daerah di Indonesia tentu punya pilihan lauk pauk yang berbeda untuk jadi menu pendamping untuk ketupat. Berikut ini 5 menu khas Nusantara yang kerap disajikan bersama ketupat. Selamat mencoba.

Opor ayam
Kuliner berkuah santan ini sangat khas di Indonesia sebagai pelengkap ketupat. ayam yang digunakan biasanya dibalut dengan bumbu kuning sehingga membuat masakan ini memiliki cita rasa yang kaya rempah dan gurih.

Sayur godog
Untuk sebagian besar masyarakat Betawi. Hari lebaran kurang lengkap tanpa kehadiran sayur godog. Pasalnya sayur bersantan ini menjadi tradisi turun menurun sebagai pelengkap di kala menyantap ketupat. Sayur godog berisi kacang panjang, buncis, kacang tolo, tahu, dan disandingkan dengan kerupuk dan sambal.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Olahan Unik Mi Instan yang Cocok Buat Kamu, Yuk Coba!

Sabtu, 5 November 2022 | 08:49 WIB

Es Podeng, Cara Warga Pribumi 'Perangi' Makanan Kolonial

Senin, 26 September 2022 | 14:46 WIB
X