• Rabu, 17 Agustus 2022

Mengolah Sampah Jadi Berkah ala Buruan Sae Sawargi

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:11 WIB
Sampah-sampah organik, anorganik, dan residu di Buruan Sae Sawargi diolah menjadi berbagai produk.  (Marshal Deru Bumi/Beritabaik.id)
Sampah-sampah organik, anorganik, dan residu di Buruan Sae Sawargi diolah menjadi berbagai produk. (Marshal Deru Bumi/Beritabaik.id)

BERITABAIK.ID - Sudah lama kita mendengar kalimat sampah bisa menjadi berkah. Di Buruan Sae Sawargi, Sukasari Kota Bandung, ungkapan tersebut menjadi nyata.

Di sini, sampah-sampah organik, anorganik, dan residu diolah menjadi berbagai produk. Mulai dari kompos, eco enzim, hingga hiasan dinding.

Buruan Sae Sawargi terletak di RW10 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sukasari, Bandung.

Lurah Sarijadi Evi Sjopiah Tusti menyebut, Buruan Sae Sawargi punya sistem terintegrasi dalam mengeola sampah.

“Sampah sayuran kita olah menjadi eco-enzym. Sampah sisa makanan kita olah menjadi pupuk cair atau biasa disebut MOL,” kata Evi, Rabu (4/8/2022).

Baca Juga: Di Atas Kursi Roda, Pemuda Ini Bikin Kerajinan Tangan dari Kayu Bekas

MOL merupkan singkatan dari Mikro Organisme Lokal. Olahan pupuk kompos dan cair ala Buruan Sae Sawargi disebut punya keunggulan untuk menutrisi tanaman.

Hal ini juga diujikan di Buruan Sae ini. Kata Evi, durasi panen sayuran di kelompok tani ini lebih cepat dua kali lipat dibanding menggunakan pupuk kimia.

“Biasanya (butuh waktu) sekitar sebulan untuk panen pakcoy. Dengan pupuk ini, waktu panen hanya perlu dua minggu saja,” kata Evi.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Bhakti dan Nazla, Lurah Capaska Jawa Barat

Senin, 15 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Mengolah Sampah Jadi Berkah ala Buruan Sae Sawargi

Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:11 WIB
X