• Rabu, 28 September 2022

Indahnya Keragaman Desa Nglinggi, Damai Berbudaya Membumikan Pancasila

- Rabu, 1 Juni 2022 | 09:13 WIB
Warga Desa Nglinggi Klaten sudah lama menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (jatengprov.go.id)
Warga Desa Nglinggi Klaten sudah lama menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (jatengprov.go.id)

Petrus mencontohkan, di depan rumahnya merupakan warga beragama Islam. Setiap malam minggu kerap mengadakan acara hadrah, dengan suara yang keras. Meski demikian, pihaknya tidak merasa terganggu dengan aktivitas tersebut.

“Kami tidak merasa terganggu. Kalau mereka lagi nyenyaknya istirahat, tidur. Tempat kami latihan kur (paduan suara), sembahyangan bersama, mereka tidak merasa terganggu. Yang penting semua menyadari kita beda tapi sama,” katanya.

Sekretaris Desa Nglinggi, Rudi Hermawan mengatakan, pemerintah desa hingga hari ini mencatat beragam agama di desanya.

Baca Juga: Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945

Rinciannya, warga beragama Islam 1.525 orang, warga beragama Katolik 641 orang, Kristen 89 orang, Hindu 22 orang, dan Budha tiga orang.

“Artinya ini cukup menggambarkan, bahwa Desa Nglinggi ini cukup ada semua perbedaan agamanya tapi tetap kita satu. Dalam kerangka hidup rukun, toleransi ini tetap terjaga. Bahkan, kepala desa kita agamanya Kristen,” kata Wawan, sapaannya ditemui di halaman Balai Desa Nglinggi.

Dia berharap, praktik toleransi di desa yang sudah dilalui bersama ini, diharapkannya akan bertahan hingga ke depan. Sebab yang sulit itu adalah mempertahankan praktik toleransi.

Dengan batasan ini, hendaknya baik minoritas maupun yang mayoritas tetap bisa menjaga hal tersebut.

Setiap hari besar keagamaan, pemerintah desa juga akan mengucapkan di grup percakapan. Dengan demikian, warga desa merasa diperhatikan pemerintah desa.

“Ini sepele tapi membuat warga kita merasa diorangkan. Oh digatekke (diperhatikan) pemerintah, juga gotong royong. Sebetulnya di Indonesia, gotong royong saya lihat di masyarakat juga akan punah. Di Nglinggi, malam saja pemuda gotong royong, pagi kerja. Semangat untuk bersama dan silaturahmi itu dilakukan,” imbuhnya. **

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Sumber: katakutip.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mimpi dan Konsistensi Vanya untuk Terus Menari

Senin, 19 September 2022 | 12:15 WIB

Menyelami Keindahan Gambar Nadya Sebagai Alat Komunikasi

Jumat, 16 September 2022 | 20:30 WIB

Tekad Hericka Wulandari Ingin Jadi Guru SLB Sejak Muda

Kamis, 15 September 2022 | 11:00 WIB
X