• Rabu, 10 Agustus 2022

Indonesia Masih Kekurangan Dokter Gigi Spesialis

- Rabu, 1 Juni 2022 | 14:57 WIB
Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat menghadiri talkshow PDGI Kota Bandung di Holiday Inn, Rabu (1/6/2022). (Humas Pemkot Bandung)
Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat menghadiri talkshow PDGI Kota Bandung di Holiday Inn, Rabu (1/6/2022). (Humas Pemkot Bandung)

Jumlah dokter gigi spesialis di daerah perlu ditingkatkan. Hal ini disampaikan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg Usman Sumantri dalam acara talkshow PDGI Kota Bandung di Holiday Inn, pada Rabu (1/6/2022).

"Dokter gigi spesialis di Indonesia ini kurang. Di ASEAN saja, kita setara dengan negara kelas menengah bawah. Kita cuma punya 4.500 jumlah dokter gigi spesialis se-Indonesia. Dan ini rata-rata hanya menumpuk di kota besar," ujar Usman dalam siaran persnya.

Padahal, menurutnya, perlu ada pemerataan tenaga medis sampai ke daerah terpencil. Jika tak ada regulasi dan percepatan regenerasi, dalam kurun 15 tahun kebutuhan dokter gigi spesialis tidak bisa terpenuhi.

"Saya berharap Unpad dan universitas lain di kota besar melalui poli gigi umumnya bisa mencetak dokter gigi baru. Mereka bisa ditempatkan ke daerah terpencil yang kita ikat melalui regulasi," usulnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Bandung: Perbedaan Itu Anugerah

Menanggapi hal ini, Ketua PDGI Kota Bandung, drg Sri Mulyanti mengatakan, jika memang sebagian besar dokter gigi terutama spesialis masih menumpuk di kota-kota besar.

"Di Bandung sendiri, dokter gigi umum itu ada sekitar 1.400. Itu pun tidak semua aktif praktik ya. Ya memang kalau saya pikir, jumlah dokter gigi itu terlalu menumpuk di kota besar," ungkap perempuan yang kerap disapa Yanti.

Menurutnya, belum meratanya jumlah dokter gigi di daerah terpencil juga berdampak dari kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai. Sebab, dokter gigi sendiri membutuhkan dukungan fasilitas, minimal kursi gigi untuk melakukan tindakan.

"Dokter gigi itu kan butuh alat ya, misalnya kursi gigi. Kalau tidak ada fasilitasnya, para dokter gigi juga tidak bisa maksimal melayani. Nantinya malah hanya penyuluhan. Saya pikir perlu didukung juga dengan fasilitas memadai sebelum diterjunkan ke daerah yang membutuhkan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak Baik-baik, Ini Cara Efektif Berantas DBD

Kamis, 21 Juli 2022 | 16:21 WIB
X