• Kamis, 8 Desember 2022

Mengenal Hari Kesehatan Mental Bayi, Anak dan Remaja yang Baru Saja Diresmikan

- Selasa, 17 Mei 2022 | 12:48 WIB
 (dok. Ilustrasi Unsplash/Fe Ngo)
(dok. Ilustrasi Unsplash/Fe Ngo)

TemanBaik, tahukah kamu jika tanggal 23 April mulai tahun ini telah ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Mental Bayi, Anak, dan Remaja Sedunia atau World Infant, Child and Adolescent Mental Health Day (WICAMHD) oleh organisasi psikiatri terkemuka dunia untuk anak dan remaja.

Hal tersebut didasari oleh sebuah kesadaran yang mendesak untuk mengatasi masalah yang berkembang ini. Dengan tujuan untuk membangkitkan komunitas global agar mengemban tanggung jawab dan mengambil tindakan.

International Association for Child and Adolescent Psychiatry and Allied Professions (IACAPAP), International Society for Adolescent Psychiatry and Psychology (ISAPP), World Association for Infant Mental Health (WAIMH), dan World Psychiatric Association Child and Adolescent Psychiatry (WPA-CAP) telah bersama-sama menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Kesehatan Mental Bayi, Anak, dan Remaja Sedunia atau World Infant, Child and Adolescent Mental Health Day (WICAMHD) melalui seminar daring yang disiarkan langsung melalui laman YouTube IACAPAP. (16/05).

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar gangguan mental berkembang pada masa kanak-kanak dan remaja (sebelum usia 25 tahun). Seperempat dari jumlah tahun yang hilang karena kecacatan atau penyakit karena gangguan mental serta penyalahgunaan zat terlarang terjadi pada masa remaja.

Sepertiga dari populasi dunia terdiri dari anak-anak dan remaja. Masa kanak-kanak dan remaja adalah tahun-tahun dasar yang ideal untuk periode pertumbuhan, pembelajaran, dan penjelajahan tanpa beban. Namun, banyak anak dan remaja di seluruh dunia yang mengalami trauma dan krisis – pengalaman buruk yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik seumur hidup menurut penelitian.

Penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar gangguan mental berkembang pada masa kanak-kanak dan remaja (sebelum usia 25 tahun), dan seperempat masa kehidupan dengan penyesuaian disabilitas untuk gangguan mental dan penyalahgunaan zat terlarang terjadi pada masa remaja. Adverse Childhood Experiences (ACEs) atau pengalaman masa kecil yang merugikan juga merupakan faktor yang berperan dalam perkembangan gangguan mental pada usia dewasa.

Efek samping dari hal ini secara tidak langsung adalah beban ekonomi yang membengkak pada masyarakat. Terutama, di bidang pemanfaatan layanan kesehatan dan hilangnya produktivitas.

Baca Juga: 4 Cara Sederhana untuk Atasi Hidung Tersumbat saat Tidur

Associate Professor Daniel Fung, Presiden IACAPAP mengatakan, "Studi pada orang dewasa dengan penyakit mental dan fisik juga menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil yang merugikan bisa menimbulkan efek jangka panjang di kemudian hari. Sebagian besar pemerintah selalu menekankan pada orang dewasa baik dalam penyusunan anggaran keuangan maupun pengembangan kebijakan.”

"Kami berharap untuk mengubah hal ini dengan Hari Kesehatan Mental Bayi, Anak, dan Remaja Sedunia, dengan meninjau kembali prioritas kita dan memiliki alasan yang tepat untuk merencanakan masa depan kita. Jika tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental, maka kunci kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa terletak pada generasi muda kita, dan kita harus mengambil langkah dini untuk melindungi kesehatan mental mereka," tambahnya. 

Prof. Campbell Paul, Presiden WAIMH, juga menambahkan, "Intervensi dini berarti intervensi sejak dini pada masa kanak-kanak dan sebelum masalah kesehatan mental menjadi parah, karena lebih sulit untuk membantu anak atau remaja meneruskan lintasan perkembangan sosial dan emosional yang sehat. Di seluruh dunia, pelayanan kesehatan mental untuk bayi, anak, dan remaja tidak merata dan jarang ada, bahkan ada banyak negara dan komunitas yang benar-benar tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan mental anak."

Prof. Norbert Skokauskas, Ketua WPA-CAP mengatakan, "Kami menyadari kebutuhan yang tidak terpenuhi saat ini dalam hal kesehatan mental anak dan remaja global, dan sangat penting bagi kita untuk menyerukan pendekatan terpadu dengan visi yang jelas untuk perubahan, dukungan politik, dan pendanaan untuk mengimplementasikan visi, dan melatih tenaga kesehatan untuk menerapkan perubahan dalam praktik klinis."

Sementara, Prof. Mario Speranza Presiden ISAPP, mengungkapkan, "Mendukung kesehatan mental remaja bukan hanya merupakan kewajiban terhadap sebagian besar populasi. Mungkin berguna untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa anak dan remaja mewakili lebih dari seperempat populasi dunia. Ini lebih merupakan pertanyaan tentang berinvestasi dalam elemen yang paling menjanjikan dari masyarakat kita. Membangkitkan kesadaran akan kebutuhan khusus dari anak dan remaja, dan mendukung kesehatan mental mereka berarti berinvestasi untuk masa depan kita sendiri. Inilah alasan untuk merayakan Hari Kesehatan Jiwa Bayi, Anak, dan Remaja Sedunia."

Penetapan tanggal 23 April sebagai WICAMHD dihadpakan dapat menarik pengakuan akan pentingnya kesehatan mental bayi, anak, dan remaja; serta mendorong para pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan kesehatan mental dan pencegahan penyakit mental pada kaum muda. 

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nikmatnya Ramuan Jahe Serai yang Baik untuk Kesehatan

Selasa, 22 November 2022 | 16:25 WIB

Sering Alami Migrain, Coba Hindari 5 Makanan Ini!

Selasa, 8 November 2022 | 12:10 WIB

Yuk, Sama-sama Latih Anak Memelihara Kesehatan Mulut!

Jumat, 4 November 2022 | 10:20 WIB

4 Cara Mengatasi Demam pada Anak saat Tumbuh Gigi

Kamis, 27 Oktober 2022 | 20:00 WIB
X